Moneter dan Fiskal

Kemenkeu Beberkan Potensi Pendapatan Ekspor Pasir Laut, Nilainya Fantastis!

Anyer – Pemerintah Indonesia telah membuka kembali keran ekspor pasir laut dalam bagian pemanfaatan hasil sedimentasi. Lantas, berapa potensi penerimaan negara dari ekspor pasir laut ini?

Direktur Penerimaan Bukan Pajak Kementerian/Lembaga Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Wawan Sunarjo mengatakan belum bisa membeberkan secara detail terkait potensi penerimaan negara dari ekspor pasir laut.

Namun, pihaknya memberikan contoh hitungan kasar terkait pendapatan penerimaan negara bukan pajak berdasarkan harga patokan pemanfaatan pasir laut berdasarkan pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Kepmen Kelautan dan Perikanan Nomor 82 Tahun 2021 tentang Harga Patokan Pasir Laut dalam Perhitungan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca juga: Kenaikan PPN 12 Persen Berlaku 2025? Ini Bocoran dari Wamenkeu Thomas

Aturan tersebut merinci harga patokan pasir dalam dan luar negeri. Rinciannya, harga patokan pasir laut dalam perhitungan tarif atas jenis PNBP untuk pemanfaatan pasir dalam negeri mencapai Rp93.000 per meter kubik. Sementara untuk pemanfaatan luar negeri atau ekspor dibanderol Rp186.000 per meter kubik.

“Kalau saja, yang kita ekspor pasir laut dengan volume 50 juta meter kubik di kali 30 persen, maka kemungkinannya (pendapatan) bisa Rp2,5 triliun,” jelasnya dalam APBN 2025: Stabilitas, Inklusivitas, Keberlanjutan di Anyer, Serang, Banten, 26 September 2024.

Di sisi lain, kata Wawan, ada sejumlah tantangan dalam mengeksplorasi komponen sedimen pasir laut tersebut. Terutama terkait dengan sendimen yang diperbolehkan untuk diekspor.

“Sebelum melakukan eksplorasi, sendimen tersebut akan dilakukan penelitian dulu. Jadi tidak serta merta punya konsesi angkut ekspor tidak, pasti ada kajian untuk benar-benar memastikan sendimen, tidak ada kandungam sendimen berharga lainnya (yang dilarang diekspor),” katanya.

Baca juga: Heboh IPL Rumah Susun-Apartemen Kena PPN 11 Persen, Begini Penjelasan DJP

Di kesempatan yang sama, ⁠M. Aflah Farobi – Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis (DJBC) menjelaskan, terkait eskpor pasir laut, pihaknya hanya sebagai eksekutor apabila ekspor ini diberlakukan.

“Kita hanya sebagai eksekutor, kami lebih mempersiapkan pelayanan dan pengawasan jika ekspor pasir laut diberlakukan,” katanya. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Purbaya Perpanjang Penempatan Dana di Bank Rp200 Triliun hingga September 2026

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More

59 mins ago

Allianz Life dan HSBC Indonesia Hadirkan Fund Global Berdenominasi Dolar AS

Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More

2 hours ago

Profil Nasaruddin Umar, Menag yang Laporkan Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi ke KPK

Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Perkasa di Level 8.396, Saham Top Gainers: MEGA, HATM, dan TEBE

Poin Penting IHSG menguat 1,50 persen ke level 8.396,08 pada Senin (23/2/2026), dengan 468 saham… Read More

2 hours ago

KPK Pastikan Menag Bebas Jeratan Pidana usai Laporkan Jet Pribadi dari OSO

Poin Penting KPK menyatakan Menag Nasaruddin Umar bebas sanksi pidana karena melaporkan dugaan gratifikasi jet… Read More

2 hours ago

Ipsos Ungkap Strategi E-Wallet agar Bisa Bersinar Tanpa Super App

Poin Penting E-wallet berkembang optimal melalui kolaborasi lintas platform dan bukan sekadar transformasi menjadi super… Read More

3 hours ago