Moneter dan Fiskal

Kemenkeu Baru Panggil 10 Pegawai yang Miliki Harta Tak Jelas

Jakarta – Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan pemanggilan secara bertahap terhadap 69 pegawai di kementerian yang memiliki harta kekayaan tak jelas atau memiliki risiko tinggi. Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh mengatakan, hingga saat ini sebanyak 10 orang pegawai yang memiliki risiko merah tersebut telah dipanggil.

“Terhadap profil pegawai yang risiko tinggi Itjen melakukan langkah lanjutan, klarifikasi atau bahkan investigasi kalau kita menemukan indikasi pelanggaran, terkait dengan 69 pegawai itu. 10 pegawai sudah dipanggil,” ujar Awan dalam Konferensi Pers, Rabu, 8 Maret 2023.

Itjen juga telah membentuk crash program untuk memanggil pegawai-pegawai yang terindikasi memiliki risiko tinggi. Pemanggilan tersebut sudah mulai dilaksanakan pada Senin (6/3) dan rencananya akan selesai selama dua minggu.

“Kita sudah mulai memanggil pegawai-pegawai mulai hari Senin kemarin, kita berencana targetnya dua minggu, tapi kita lihat dinamikanya nanti seperti apa,” ungkap Awan.

Kemudian, Itjen sejak tahun 2012 sudah melakukan verifikasi harta kekayaan bukan hanya secara formal saja, seperti kepatuhan, kelengkapan berkas, dan lain sebagianya, tetapi juga melakukan aspek material hal ini untuk menilai kewajaran kepemilikan harta kekayaan yang dikaitkan dengan profil pegawai.

Seperti diketahui, Itjen menemukan harta tidak wajar pada laporan harta kekayaan di tahun 2019 artinya yang dilaporkan tahun 2020 ada 33 pegawai tidak clear (hartanya). Kemudian untuk LHK tahun 2020 atau pelaporan 2021 ada 36 pegawai tidak clear.  (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

1 hour ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

1 hour ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

2 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

2 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

2 hours ago

OJK Gandeng Bareskrim Polri Tangani Kasus Penipuan Sektor Keuangan

Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More

3 hours ago