News Update

Kemenkes: Kasus Vaksin Kosong Murni Ketidaksengajaan

Jakarta – Beberapa waktu belakangan, warganet heboh dengan kasus kesalahan penyuntikan vaksin Covid-19 yang terjadi di Pluit, Penjaringan. Menanggapi hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus tersebut dan tenaga kesehatan yang bersangkutan tidak dijatuhi hukuman apapun.

Nadia menjelaskan, tenaga kesehatan yang berinisial EO langsung memperbaiki kesalahannya ketika menyadari vaksin yang disuntikkan kosong. Ia memberikan penjelasan kepada pasien yang bersangkutan dan menyuntikkan vaksin baru. Ketika Kemenkes melakukan pemeriksaan, imun tubuh pasien juga menunjukkan vaksin Covid-19 sudah bekerja dengan baik.

“Sebenarnya, yang terjadi adalah kekhilafan dari yang bersangkutan. Begitu sadar, langsung dijelaskan, dan diberikan suntikan kembali. Hampir tidak ada jeda waktu yang cukup lama. Unsur kesengajaan tidak ada, murni unsur kekhilafan, dan mungkin karena vaksinasi massal ya faktor kesalahan manusia,” tegas Nadia ketika diwawancarai secara virtual pada gelar wicara yang bertajuk “Viral Kasus Vaksin Kosong, Nakes dibebaskan?”, Jumat, 20 Agustus 2021

Nadia optimis kesalahan tenaga kesehatan kali ini tidak akan terulang di tempat lain. Menurutnya, kasus ini baru pertama kalinya terjadi setelah menyuntikkan sebanyak 85 juta dosis vaksin Covid-19, sehingga ia yakin kesalahan ini hanya murni ketidaksengajaan.

“Saya masih tetap yakin, sudah 85 juta dosis yang kita suntikkan dan kasus ini adalah satu-satu vaksin yang kosong. Jika ada unsur kesengajaan, pasti akan diproses sesuai dengan aturan yang ada. Akan ada sanksi pidana,” ujarnya. (*)

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

6 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

9 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

10 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

10 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

10 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

11 hours ago