Sentimen Perang Dagang AS Buat Rupiah Anjlok Rp14.700
Jakarta — Guna mengembangkan bisnis para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi UKM akan menyiapkan dana dana sebesar Rp100 miliar untuk permodalan wirausaha UKM dan pelaku bisnis perintis (startup).
“LPDB sendiri di 2018 menyiapkan Rp 100 miliar, untuk seluruh Indonesia. Bisa mendaftar melalui website. Dan untuk maksimum pinjaman Rp50 juta sampai Rp100 juta,” ungkap Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram pada Gebyar UKM Indonesia 2017 di Gedung SMESCO Tower, Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2017.
Baca juga: Kemenkop Waspadai Keberadaan Koperasi Bermasalah
Dirinya menyebut, banyak pengusaha-pengusaha dalam negeri yang memiliki potensi besar untuk berkembang, sehingga LPDB turut berpartisipasi untuk memberikan bantuan penyaluran secara bergilir khusus kepada segmen tersebut.
Agus menjelaskan, pinjaman dari LPDB ini bersifat pinjaman yang khusus menyasar pengusaha baru dan segmen UKM di mana untuk bunga yang ditetapkan sebesar 4,5 persen pertahun.
Terkait syarat pengajuan kepada LPDB, Agus menjelaskan, syaratnya ialah pengusaha yang sudah memulai usahanya minimum satu tahun.”Kemudian mengajukan proposal, dan diprioritaskan merupakan startup atau dalam usahanya sudah menggunakan sistem teknologi informasi,” tukas Agus. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More