Jakarta — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengaku telah menyiapkan dana sebesar Rp400 miliar guna mengembangkan BNI Corporate University agar dapat bersaing sebagai lembaga pengembangan kompetensi pegawai dengan standar kelas dunia.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah sebagai pembina BNI Corporate University dalam acara Diskusi Update Terbaru BNI yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (19 Maret 2019).
Dirinya menyebut, anggaran tersebut paling besar dianggarkan pada pembelajaran individu yang populer disebut BLW (BNI Learning Wallet) yang dapat dimanfaatkan setiap pegawai untuk mendapatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
“Untuk tahun 2019 anggaran Rp400 miliar. Alokasi nya seperempat atau sekitar 26% itu untuk wallet ya yang diberikan ke pegawai untuk pembelajaran,” jelas Endang di Kantor Pusat BNI Jakarta, Senin 19 Maret 2019.
Dirinya berharap dengan anggaran tersebut dapat terus meningkat kinerja dan kualitas para pegawai dan pekerja BNI.
Sebelumnya, BNI juga meraih akreditasi Corporate Learning Improvement Process (CLIP) dari European Foundation for Management Development (EFMD) bagi BNI Corporate University karena telah berhasil menunjukkan visi, misi, strategi, inovasi, dan konsistensi dalam praktek operasionalisasi pengembangan kompetensi pegawai BNI.
Menurut Endang, untuk menjadikan BNI Corporate University sebagai lembaga pendidikan berkelas dunia membutuhkan upaya sungguh-sungguh, karena terdapat 35 standar yang perlu dipenuhi secara komprehensif dan detail. BNI dalam hal ini dianggap telah melampaui 11 standar dari 35 standar yang dipersyaratkan. (*)
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More