Nasional

Kelola 141 Ton Emas, Pegadaian Beberkan Strategi Pengembangan Bisnis Bullion

Poin Penting

  • Pegadaian kelola emas fisik 141 ton dari deposito, modal kerja, bulion trading, dan titipan.
  • Aplikasi Tring catat 4,8 juta pengguna dengan 50 persen transaksi emas Pegadaian via platform digital.
  • Strategi Pengembangan – Diversifikasi produk, sertifikasi LBMA, dan dukungan ETF siap memperkuat ekosistem bulion nasional.

Jakarta – PT Pegadaian, salah satu pelaku usaha bulion di Indonesia, mengelola total emas fisik mencapai 141 ton. Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menjelaskan stok tersebut berasal dari deposito emas, modal kerja emas, bulion trading, serta titipan emas.

“Ini terdiri dari deposito yang ada 2,2 ton. Kemudian ada modal kerja emas, bullion trading, serta titipan emas,” ujar Damar pada peluncuran roadmap ekosistem bulion nasional di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Roadmap Bullion Dirilis: Era Baru Investasi Emas Dimulai!

Pegadaian juga mencatat tabungan emas sebesar 19,2 ton dari sekitar 5,6 juta nasabah. Produk ini menjadi andalan karena biaya investasi bisa dimulai dari nominal kecil.

Perkembangan digital tak kalah pesat. Aplikasi investasi emas Tring, yang diluncurkan Oktober 2025, telah diunduh oleh 4,8 juta pengguna dengan 21,2 juta transaksi, menghasilkan emas setara 4,8 ton atau 50 persen total penjualan emas Pegadaian.

Tak hanya layanan digital, Pegadaian mengembangkan produk fisik melalui Galeri 24, memproduksi emas batangan dengan pertumbuhan 10,2 ton pada 2025.

Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan sertifikasi internasional produk emas dari level SME menuju London Bullion Market Association (LBMA).

“Dan 2026, Alhamdulillah dari OJK kami ETF sudah muncul, kami siap vault bersama BSI. Ini mendukung kebijakan ETF yang dikembangkan OJK sehingga kami siap sebagai supply maupun custody,” tambah Damar.

Baca juga: Pegadaian Jamin Emas Digital Didukung Fisik, Siapkan Ekspansi ATM Emas

Ekosistem bullion nasional juga akan diperkuat melalui Indonesia Bullion Market Association (IBMA), yang melibatkan 11 perusahaan emas Indonesia dan ditargetkan resmi pada Juni 2026.

“Dengan adanya bulion bank ini, kinerja kami luar biasa. Masyarakat juga teredukasi untuk menabung emas melalui aplikasi,” tutup Damar. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Presiden Prabowo Kunjungan Kenegaraan ke Jepang, Bahas Investasi hingga Energi

Poin Penting Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan dengan… Read More

3 hours ago

Transaksi SPKLU PLN Pecah Rekor, Tembus 18.088 Kali saat Musim Mudik Lebaran 2026

Poin Penting Transaksi SPKLU PLN mencetak rekor 18.088 kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H,… Read More

4 hours ago

Indeks Infobank15 Turun Tipis, Pergerakan Saham Bank Masih Variatif

Poin Penting IHSG turun 0,94% dan seluruh indeks utama kompak melemah. Indeks INFOBANK15 terkoreksi 1,87%… Read More

5 hours ago

Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan

Poin Penting IHSG turun 0,14% dan kapitalisasi pasar BEI melemah ke Rp12.516 triliun. BBNI, EMAS,… Read More

5 hours ago

IHSG Pekan Ini Ditutup Turun 0,14 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.516 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,14% ke level 7.097,05 sepanjang pekan 25-27 Maret 2026. Kapitalisasi pasar… Read More

5 hours ago

Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141 Triliun hingga Februari 2026

Poin Penting Qlola by BRI mencatat volume transaksi Rp2.141,37 triliun hingga Februari 2026, dengan pengguna… Read More

9 hours ago