Ekonomi dan Bisnis

Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Tak Ada Lagi Diskriminasi Masyarakat Kelas Bawah

Jakarta – Implementasi penghapusan sistem kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan ke dalam bentuk sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) belakangan kembali menyita perhatian publik.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai, penghapusan kelas BPJS Kesehatan oleh pemerintah tak lain untuk memberikan kesetaraan bagi seluruh peserta BPJS khususnya masyarakat kelas bawah untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

“Jadi tidak ada perlakuan diskriminasi terhadap masyarakat kelas bawah yang selama ini kesulitan mendapati akses kesehatan karena rumitnya birokrasi, “ kata Trubus saat dihubungi Infobanknews, Jumat 14 Juli 2023.

Justru kata dia, dengan adanya standarisasi KRIS ini masyarakat kelas atas yang menggunakan BPJS Kesehatan harus membayar lebih untuk penyakit-penyakit tertentu yang diderita.

Baca juga: BSI Permudah Iuran BPJS Kesehatan di Aceh Dengan Autodebet

“Khusus yang orang kaya dia harus membayar lebih dan tersendiri untuk penyakit dalam seperti jantung. Jadi, sama pada saat masuk rumah sakit, namun biaya lebihnya itu bayar,” jelasnya.

Lanjutnya, penghapusan kelas BPJS tersebut juga tak akan berdampak kepada layanan kepada peserta BPJS. “Jadi masyarakat tak perlu khawatir kesulitan mendapatkan akses kesehatan,” ujarnya,

Termasuk pula, kepada pelayanan rumah sakit hingga dokter yang merawat pasien. “Kalau pengaruh ke rumah sakit itu tidak ada karena kan dibayar oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan yang ada. Jadi rumah sakit bisa klaim sesuai dengan kebutuhannya,” bebernya.

Meski diakuinya, sebelum penghapusan kelas ini, banyak rumah sakit yang kesulitan melakukan klaim kepada pihak BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah. 

Baca juga: Underwriting jadi Kunci Asuransi Jiwa Raih Kepercayaan Masyarakat

“Nah, sekarang dengan aturan yang baru, pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan tak bisa mengelak lagi karena sudah ada aturan yang jelas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengatakan, bahwa BPJS Kesehatan kategori 1, 2, 3 sebenarnya tidak dihapus, melainkan dilakukan perubahan normatif untuk layanan pelanggan BPJS. 

Tujuan KRIS tak lain bukan untuk menghapus kelas BPJS kesehatan, melainkan melakukan standardisasi agar masyarakat tidak mampu tidak mendapat diskriminatif dari masyarakat ymampu dalam hal mendapatkan pelayanan BPJS.

Menkes Budi menjelaskan, layanan BPJS Kesehatan ini merupakan asuransi sosial. Artinya, harus bisa memberikan layanan yang sama dan adil kepada seluruh masyarakat Indonesia. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Purbaya Ancam Stop Anggaran Kementerian/Lembaga dan Pemda yang Lambat Belanja

Poin Penting Purbaya menilai lambatnya penyerapan anggaran K/L dan Pemda merupakan masalah klasik yang terjadi… Read More

50 mins ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 33 Kali Lipat di 2025

Poin Penting Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat pada 2025, mencapai… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Naik Hampir 1 Persen ke Posisi 9.032

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 9.032,58 dan sempat menyentuh All Time… Read More

2 hours ago

Purbaya Bakal Sikat 40 Perusahaan Baja China-Indonesia yang Diduga Mengemplang Pajak

Poin Penting Menkeu Purbaya temukan 40 perusahaan baja asal China dan Indonesia yang diduga mengemplang… Read More

4 hours ago

Permata Bank Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit 20 Persen dari Travel Fair 2026

Poin Penting Permata Bank menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 20% lewat Travel Fair 2026 bersama… Read More

4 hours ago

Permata Bank Pede Kredit Konsumer Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Bank optimistis kredit konsumer tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, dengan prospek… Read More

4 hours ago