Keuangan

Kekayaan Pemimpin Iran Ali Khamenei Disorot, Disebut Setara Pendapatan Indonesia 2024

Jakarta – Serangan rudal yang membombardir sistem pertahanan Iron Dome Israel dan Pangkalan Udara AS Al Udeid di Qatar kembali membuat sosok Pemimpin Tertingi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi perbincangan publik.

Selain karena sikap politik luar negerinya yang tegas, Khamenei juga menjadi sorotan karena disebut memiliki harta kekayaan dengan jumlah fantastis.

Banyak laporan menyebut bahwa Khamenei merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah, dengan kekayaan ditaksir mencapai Rp1.500 triliun.

Baca juga: Adu Kekuatan Militer Iran dan Israel, Siapa Jawaranya?

Harta Kekayaan Ayatollah Ali Khamenei

Media Reuters pada 2013 silam pernah merilis laporan investigasi berjudul “Aset Ayatollah”. Dalam laporan tersebut, kekayaan Khamenei diperkirakan mencapai USD95 miliar atau setara Rp1.546 triliun (kurs Rp16.280 per dolar AS).

Angka fantastis ini disebut berasal dari organisasi Setad, yang dikendalikan langsung Khamenei. Organisasi ini diduga memiliki pengaruh besar di Iran dan terlibat dalam berbagai lini bisnis strategis.

Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, Setad berkembang menjadi raksasa bisnis yang memiliki kepemilikan saham di hampir seluruh sektor industri di Iran. Mulai dari keuangan, minyak, telekomunikasi, produksi pil KB hingga peternakan burung unta.

Baca juga: Harga Minyak Naik Usai Serangan AS ke Iran, DPR Ingatkan Risiko ke APBN

Jika ditilik lebih lanjut, Setad merupakan warisan dari pemimpin pertama Iran, Ayatollah Khomeini. Sebelum wafat pada 1989, Khomeini mewasiatkan agar dibentuk organisasi pengelola properti negara yang keuntungannya digunakan untuk membantu masyarakat miskin dan para pejuang perang Iran.

Sementara itu, dilansir dari irannewswire.org, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad memperkirakan bahwa kekayaan Ali Khamenei saat ini telah mencapai sekitar USD200 miliar atau setara Rp2.852 triliun.

Setara Pendapatan Negara Indonesia

Menariknya, jumlah kekayaan tersebut hampir setara dengan pendapatan negara Indonesia pada 2024 yang mencapai Rp2.842,5 triliun.

Mengutip laman kemenkeu.go.id, kinerja pendapatan negara Indonesia pada 2024 mencapai Rp2.842,5 triliun atau 101,4 persen dari target APBN 2024, tumbuh positif 2,1 persen secara tahunan (YoY) dibanding 2023. 

Pendapatan tersebut berasal dari penerimaan pajak Rp 1.932,4 triliun, kepabeanan dan cukai Rp 300,2 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 579,5 triliun, dan hibah Rp 30,3 triliun.

Kedubes Iran Membantah

Sementara itu, laporan lain menyebutkan bahwa Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta telah membantah informasi mengenai jumlah kekayaan Khamenei tersebut. Kedubes Iran di Jakarta menyatakan bahwa pemberitaan mengenai kekayaan fantastis Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak berdasar dan penuh fitnah.

Menurut Kedubes Iran, pemberitaan tersebut merupakan bagian dari upaya propaganda Barat pasca kegagalan sanksi ekonomi terhadap Iran. Serangan melalui media ini dinilai sebagai bentuk perang urat saraf terhadap rakyat Iran.

“Semua tuduhan yang disampaikan yang dikutip dari sumber Reuters berkaitan dengan kekayaan Pemimpin Agung Republik lslam lran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei merupakan kebohongan besar dan dianggap sebagai penghinaan terhadap pejabat tertinggi dan agung negara Republik Islam serta bangsa Iran,” papar pernyataan Kedubes Iran saat itu.

“Para penulis berita Reuters dan sumber Baratnya di Baghdad setelah kegagalan proyek sanksi maksimum terhadap Iran, hanya mengincar untuk melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat agung dan mulia Republik Islam Iran,” imbuhnya.

“Kali ini mereka dalam berupaya menyerang Iran dengan beragam fitnah dan berita miring telah merampas kenyataan dengan menyebut kekayaan nasional Iran sebagai kekayaan pribadi Pemimpin Agung Revolusi Islam Iran,” lanjut pernyataan tersebut. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

1 hour ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

13 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

13 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

13 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

14 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

14 hours ago