News Update

KEK Industropolis Batang Pikat Investor Global di China Conference Southeast Asia 2026

Poin Penting

  • KEK Industropolis Batang tampil di China Conference Southeast Asia 2026 dan menjadi sorotan investor global
  • Dirancang sebagai kawasan dengan kepastian berusaha, infrastruktur berstandar internasional, dan dukungan kebijakan konsisten untuk menarik investasi berkualitas dan berjangka panjang.
  • Didukung Danantara, KEK Batang diproyeksikan menjadi pusat manufaktur dan logistik berorientasi ekspor yang mendorong nilai tambah nasional serta penciptaan lapangan kerja.

Jakarta – Kawasan industri yang menjadi bagian dari Holding BUMN Danareksa, KEK Industropolis Batang memperkuat kehadirannya sebagai tujuan investasi industri di Asia Tenggara. Tampil sebagai narasumber di forum China Conference Southeast Asia 2026 di Jakarta, KEK Industropolis Batang menjadi sorotan investor global.

Keberadaan KEK Industropolis Batang memperkuat posisi Indonesia sebagai episentrum baru investasi industri di Asia Tenggara. Kawasan ini juga menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi dan industri berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang sebagai ekosistem industri terintegrasi yang menjawab kebutuhan industri global akan kepastian, efisiensi, dan keberlanjutan.

Baca juga: Lewat Industropolis Festival, KEK Batang Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Lokal

“KEK Industropolis Batang bukan hanya menawarkan kawasan industri, tetapi sebuah ekosistem yang memastikan kepastian berusaha, kesiapan infrastruktur berstandar internasional, serta dukungan kebijakan yang konsisten. Inilah fondasi kami dalam menarik investasi berkualitas dan berjangka panjang,” papar Ngurah Wirawan seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis, 12 Februari 2026.

Ngurah menambahkan, saat ini, kawasan KEK Industropolis Batang terus berkembang sebagai pusat manufaktur dan logistik strategis yang berorientasi ekspor serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan nilai tambah nasional dan penciptaan lapangan kerja.

Pada kesempatan yang sama, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki track record investasi yang kuat dan kompetitif di kawasan, dengan dampak nyata terhadap serapan tenaga kerja.

“Kawasan seperti KEK Industropolis Batang menjadi prioritas pengembangan investasi karena memiliki kesiapan ekosistem, dukungan pemerintah, serta kapasitas untuk menarik investasi skala besar yang berkelanjutan,” timpalnya.

Baca juga: Minat Investor Tinggi, KEK Industropolis Batang Siapkan Pengembangan Lanjutan

Kehadiran KEK Industropolis Batang dalam forum internasional ini semakin memperkuat kepercayaan investor global terhadap Indonesia sebagai destinasi utama investasi industri di Asia Tenggara.

Sebagai informasi, beberapa toko penting yang hadir di China Conference Southeast Asia 2026 antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, Special Envoy of the President of the Republic of Indonesia for Climate and Energy H.E. Hashim S. Djojohadikusumo, serta The Hon Dr Horace Cheung Kwok-kwan, SBS, JP, Deputy Secretary for Justice Government of the Hong Kong Special Administrative Region.

Selain itu, hadir pula sejumlah CEO dan pimpinan perusahaan global dari Hong Kong dan Tiongkok yang tengah menjajaki peluang investasi di kawasan Asia Tenggara. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Saham TUGU Melesat sejak Awal Tahun, Ini Deretan Katalisnya!

Poin Penting Saham TUGU naik 15% sejak awal 2026 ke level Rp1.340, outperform dibandingkan IHSG… Read More

5 mins ago

Transformasi CX Jadi Kunci Daya Saing di Sektor Energi, Dari Layanan ke Pengalaman Pelanggan

Perubahan ekspektasi pelanggan dalam industri Energy & Public Utilities kini semakin nyata, di mana masyarakat… Read More

60 mins ago

Resmikan ISRF, IAI Dorong Penguatan Ekosistem Pelaporan Keuangan dan Keberlanjutan

Poin Penting IAI luncurkan ISRF untuk memperkuat pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dan kredibel Dorong standar… Read More

1 hour ago

Soal Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN, Menkeu Purbaya: Masih Fifty-Fifty

Poin Penting Menkeu Purbaya menyebut peluang pembayaran utang KCIC Whoosh menggunakan APBN masih 50:50 dan… Read More

3 hours ago

Komisi VI Apresiasi Respons Cepat Pertamina Tangani Bencana Sumatra

Poin Penting Komisi VI memuji respons cepat Pertamina menjaga pasokan energi saat bencana di Sumbar,… Read More

3 hours ago

Modus Korupsi Ekspor CPO Terkuak, Negara Rugi hingga Rp14 Triliun

Poin Penting Kejaksaan Agung mengungkap modus korupsi ekspor CPO dengan merekayasa klasifikasi komoditas untuk menghindari… Read More

3 hours ago