Categories: Keuangan

Kejutan, Jurus Terakhir ACC Sebelum Ganti Tahun

Jakarta–Menjelang akhir tahun, Astra Credit Company (ACC) mengeluarkan jurus pamungkas mereka dengan meluncurkan program Kejutan.

Dalam program ini, konsumen ACC bisa memilih empat jenis produk pembiayaan di antaranya adalah Kredit Mantap, Kredit Meriah, Kredit Super dan Kredit Suka. Masing-masing produk ini memiliki keunggulannya sendiri-sendiri.

Kredit Mantap menyediakan fleksibilitas pembiayaan dengan tenor hingga tujuh tahun. Berbeda dari pembiayaan lain yang bertenor sama, jenis pembiayaan ini memberikan konsumen keleluasaan dalam mencicil yang juga disesuaikan dengan cash flow mereka.

“Pembiayaan ini sangat fleksibel dan tidak ada pinalti yang dikenakan ke konsumen. Selain itu biaya asuransi ringan, bisa top up bahkan ada fasilitas trade-in dengan ATPM,” jelas Executice Vice President Retail Sales New Car Astra, Ezar Kumendong di Jakarta, Selasa, 24 November 2015.

Sedangkan Kredit Meriah diperuntukkan bagi konsumen yang sensitif terhadap suku bunga. Dalam Kredit Meriah, konsumenbdiberikan tawaran suku bunga mulai 3,99% untuk tenor satu tahun.

“Kemudian Kredit Super kami tujukan untuk konsumen yang memang butuh ‘nafas’ setelah mambayar DP yang besar. Kami memberi kelonggaran untuk mencicil sebesar Rp1 juta selama 10 bukan,” lanjut Ezar.

Jenis produk pembiayaan yang terakhir adalah Kredit Suka. Kredit ini sendiri di bagi dalam kelompok multiguna, traveling dan perumahan.

“Semua program ini bertujuan untuk merangsang minat konsumen. Seperti yang kita tahu, penjualan otomotif saat ini tengah anjlok. Dan program ini juga diselaraskan dengan kegiatan ATPM yang sedang banyak melaunching produk di akhir sampai awal tahun depan,” imbuh Chief Executive Officer ACC Jodjana Jody.

Jody berharap, diluncurkannya program ini dapat mendongkrak pembiayaan ACC sampai akhir tahun nanti juga tahun depan. Saat ini, rata-rata pembiayaan ACC per bulan di angka Rp1,6 triliun. Sampai Oktober total pembiayaan yang telah disalurkan sebesar Rp18,7 triliun atau turun sekitar 19% secara tahunan. Penurunan yang dialami ACC seiring dengan turunnya penjualan mobil.

“Akhir tahun ini kami targetkan di angka Rp22 triliun. Namun dengan adanya program ini kami berharap bisa sampai ke Rp23 triliun,” pungkas Jody. (*) Novita Adi Wibawanti

Paulus Yoga

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

4 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

4 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

4 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

4 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

5 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

7 hours ago