Keuangan

Kejar Target Premi Rp1 Triliun di 2025, Dirut Bumida Siap ‘Tancap Gas’

Jakarta – Melihat tren asuransi umum yang kian menanjak didukung stabilnya ekonomi domestik, PT Asuransi Umum Bumida berani “pasang dada” untuk mengejar total premi hingga Rp1 triliun di 2025.

Perlu diketahui, nilai tersebut dua kali lebih besar jika dibandingkan capaian yang ditorehkan perusahaan pada tahun ini, yakni sebesar Rp500 miliar. Direktur Utama Bumida Ramli Forez mengaku optimistis dapat mengejar target premi jumbo tersebut.

“Kalau ini terbangun dengan baik di 2025 kita akan mencapai Rp1 triliun. Dan perlu kita berterima kasih kepada senior-senior kita yang membangun fondasi yang luar biasa,” ujar Ramli kepada Infobank saat HUT ke-56 Bumida di Peninsula Hotel Jakarta, dikutip 13 Desember 2023.

Untuk mengejar target itu, Bumida akan melakukan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menambah jumlah kantor cabang di wilayah potensial, seperti Balikpapan dan Palangkaraya yang baru saja dibuka beberapa waktu lalu.

Baca juga: Dirut Bumida Ramli Forez Didapuk Jadi Pemimpin Terbaik di Infobank Top 100 CEO 2023

Pembukaan jumlah kantor cabang di dua wilayah tersebut bukan tanpa alasan. Ramli menjelaskan, kedua provinsi itu merupakan kawasan yang dinilai surplus di segi korporasi, UKM, maupun ekonomi masyarakatnya.

Terlebih, pertumbuhan ekonomi Balikpapan semakin menguat di tengah pembangunan proyek IKN yang diyakini memiliki multiplier effect bagi keberlanjutan bisnis dan wisata.

“Sangat massif pembangunan properti di sana dan mereka pasti butuh back-up asuransi. Saya ke Balikpapan 3 minggu lalu, pesawat itu penuh. Secara silence [diam-diam] orang ke sana beli rumah, beli properti, sudah merajalela di sana. Nah, kalau kita terlambat buka kantor kargo di sana gimana? sementara pengiriman dan properti kan harus di back-up. Kita harus lebih laju larinya,” tegasnya.

Kedua, membangun program B-Smatz dengan merekrut generasi milenial agar bergabung menjadi agen dan leaders di Bumida.

Tujuannya tidak lain untuk mengakselerasi jumlah agen dan mengembangkan kualitas SDM. Meski investasi di sini tergolong besar, tapi cara ini diyakini efektif untuk menjaring lebih banyak calon pemegang polis.

Selanjutnya, kata Ramli, beberapa produk besutan Bumida akan di-combine dengan lebih menarik. Misalnya, produk Mahasiswaku berbasis personal accident/PA yang selama ini hanya meng-cover kecelakaan dan meninggal dunia, bisa digabung beserta asuransi kerusakan motor.

Baca juga: Sasar Ritel, Bumida Pasang Target Lebih Tinggi Tahun Depan

“Jadi preminya kita buat murah, termasuk personal accident dan motornya. Itu akan kita ramu sedemikian rupa agar lebih menarik,” tuturnya.

Di tahun depan, Bumida akan mempertimbangkan untuk menyasar asuransi pendidikan bagi mahasiswa yang gagal membayar kuliah.

Menurut Ramli, di Indonesia tidak sedikit mahasiswa yang berhenti kuliah lantaran tak sanggup membayar uang pendidikan. Baginya, hal itu menjadi market baru yang cukup menarik.

“Kalau memang gagal karena ketidakmampuan akan kita cover. Di daerah itu ada berapa persen orang yang gagal kuliah karena tidak mampu di segi biaya dan sebagainya. Dari pada mereka pinjol mendingan dia kerja sama di Bumida untuk mencari uang tambahan kuliah, bayar kos dan bayar kuliah. Mereka bisa menjadi agen, leader, atau back office,” tambahnya. (*) Ranu Arasyki Lubis

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

11 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

12 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

13 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

14 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

14 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

15 hours ago