Keuangan

Kejar Inklusi Keuangan 90% di 2024, Ini yang Dilakukan OJK

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo menargetkan di tahun 2024 inklusi keuangan mencapai 90%. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis dapat memenuhi angka yang ditargetkan Presiden tersebut.

Tercermin dari indeks inklusi keuangan tahun 2022 mencapai 85,10% dan indeks literasi keuangan sebesar 49,68%. Meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 yang masing-masing sebesar 76,19% dan 38,03%.

Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi menyebutkan, akan terus menggenjot inklusi keuangan sehingga pihaknya yakin di tahun 2024 akan mencapai target 90%. Selain itu, literasi keuangan juga akan terus diedukasi mengingat gap antara inklusi dan literasi keuangan masih mencapai 34%.

“Inklusi kita genjot tinggi tapi juga literasi kita dorong karena kita tahu memang potensi akan terjadi risiko kalau mereka gunain produk keuangan tapi nggak paham, itu juga bahaya jadi kita lakukan dua-duanya,” ungkap Friderica dalam Konferensi Pers Hasil SNLIK 2022, Selasa, 22 November 2022.

Meski demikian, pihaknya mengakui bahwa ini akan menjadi tantangan karena di Indonesia penduduknya banyak, beragam dan tersebar di berbagai kepulauan yang tingkat kesulitannya berbeda-beda.

“Jadi ada daerah yang memang sulit yang harus kita datang, kalau kita melakukan edukasi secara online ternyata ada saudara kita yang memang mereka nggak melek digital,” tuturnya.

Selain itu, OJK juga memiliki program Simolek Edutainment dimana ini menggunakan mobil Simolek sebagai sarana informasi dan edukasi yang menjemput bola untuk menyosialisasikan inklusi dan literasi keuangan bagi masyarakat.

“Kita punya program mobil Simolek sarana informasi mobil edukasi yang kita datang ke pasar-pasar. Di daerah memang masih banyak yang harus kita datangin seperti pedagang-pedagang di pasar,” ungkap Friderica.

Sudah barang tentu, edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan merupakan mandat OJK yang harus dipenuhi sebagai wujud bentuk perlindungan konsumen terhadap masyarakat. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

1 hour ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

2 hours ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

2 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

2 hours ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

3 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

3 hours ago