Poin Penting
- Emiten milik Haji Isam PGUN akan melepas 4,8 persen saham pendiri ke publik untuk memenuhi ketentuan free float BEI
- Manajemen memastikan divestasi 4,8 persen saham tidak berdampak material pada operasional maupun pengendalian perusahaan
- PGUN tetap mengandalkan penjualan CPO ke afiliasi, PT Jhonlin Agro Raya Tbk, yang masih mampu menyerap seluruh produksi.
Jakarta – Emiten milik Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) berencana melepas sebagian saham milik pendiri perseroan kepada publik. Ini sebagai bagian dari upaya memenuhi ketentuan minimum free float yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada tahap awal, emiten perkebunan kelapa sawit tersebut akan mendivestasikan sekitar 4,8 persen saham kepada masyarakat atau investor non-afiliasi.
Manager Finance and Tax PT Pradiksi Gunatama Tbk, Donisius Gunawan, mengatakan aksi korporasi tersebut menjadi langkah yang ditempuh perseroan untuk memenuhi ketentuan free float tanpa mengubah struktur pengendalian perusahaan secara signifikan.
“Aksi korporasi yang akan kami lakukan adalah divestasi sebagian saham pendiri perseroan untuk memenuhi free float. Di tahap awal sekitar 4,8 persen akan kami lepas ke masyarakat atau non-afiliasi,” ujarnya dalam Public Expose Live 2026 secara virtual, Selasa (9/6).
Baca juga: PGUN Anggarkan Capex Rp167,6 Miliar pada 2026, Ini Peruntukkannya
Menurutnya, pelepasan saham tersebut tidak akan berdampak material terhadap operasional maupun kinerja perusahaan karena porsi saham yang dilepas masih relatif kecil dibandingkan kepemilikan pemegang saham pengendali.
“Insya Allah 4,8 persen itu tidak akan memengaruhi kinerja operasional maupun saham PGUN karena masih dalam range yang tidak material. Secara keseluruhan kepemilikan PGUN masih dominan,” kata Doni.
Untuk menjaga stabilitas harga saham dan memastikan proses berjalan optimal, perseroan akan melakukan divestasi secara bertahap.
“Kita jualnya bertahap,” tegasnya.
Selain membahas rencana aksi korporasi, manajemen juga menegaskan bahwa perseroan belum memiliki rencana untuk menjual produk kepada pihak non-afiliasi. PGUN masih mengandalkan penjualan crude palm oil (CPO) kepada perusahaan afiliasi yang selama ini menjadi offtaker utama.
Baca juga: Public Expose Live 2026 Dibuka, BEI Dorong Emiten Tingkatkan Free Float dan Daya Tarik Investor
Doni menjelaskan, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) masih memiliki kapasitas yang memadai untuk menyerap seluruh produksi CPO PGUN. Bahkan, kapasitas tersebut masih dapat ditingkatkan seiring kebutuhan bahan baku program biodiesel nasional.
“Kami tidak ada rencana penjualan produk perseroan ke pihak non-afiliasi karena PT Jhonlin Agro Raya Tbk masih mampu menampung produksi CPO dan kapasitasnya masih banyak bisa dinaikkan untuk memenuhi program pemerintah B50,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, perseroan optimistis tidak akan menghadapi kendala pemasaran hasil produksi meskipun kapasitas produksi meningkat di masa mendatang.
“Jadi seberapa pun produk CPO yang dihasilkan oleh PGUN akan diserap oleh PT Jhonlin Agro Raya Tbk,” lanjut Doni. (*) Alfi Salima Puteri


