News Update

Kejagung Sita Ratusan Bidang Tanah Milik Bos Sritex Senilai Rp510 Miliar

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset berupa tanah senilai Rp510 miliar milik Iwan Setiawan Lukminto (ISL), Direktur Utama PT Sritex Tbk periode 2005–2022, yang telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan penyitaan tersebut terkait kasus dugaan TPPU dari korupsi pemberian kredit oleh Bank BJB, Bank DKI, dan Bank Jateng kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex beserta entitas anak usaha.

“57 bidang tanah hak milik atas nama Iwan Setiawan Lukminto di Kelurahan Banmati, Combongan, Jetis, Kedungwinong, Mandan, dan Tanjung, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah,” ungkap Anang, dilansir ANTARA, Jumat, 12 September 2025.

Selain itu, 94 bidang tanah atas nama istrinya, Megawati, juga ikut disita. Tanah tersebut tersebar di Kelurahan Gupit, Jangglengan, Pengkol, dan Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Baca juga: Bos Sritex Iwan Lukminto Ditangkap Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Kredit Bank

Penyitaan juga mencakup satu bidang tanah Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Sukoharjo Multi Indah Textile Mill di Kelurahan Mojorejo, Kabupaten Sukoharjo.

“Nilai estimasi aset yang disita diperkirakan sekitar Rp510 miliar,” beber Anang.

Total Lahan Capai 50 Hektare

Penyitaan tidak berhenti di Sukoharjo. Kejagung juga menargetkan aset milik Iwan di beberapa daerah lain, yakni 1 bidang tanah di Kota Surakarta, 5 bidang tanah di Kabupaten Karanganyar, dan 6 bidang tanah di Kabupaten Wonogiri.

“Total keseluruhan aset yang disita mencapai 500.270 meter persegi atau setara dengan 50,02 hektare,” kata Anang.

Baca juga: 9 Pejabat BPD Terseret Kasus Kredit Macet Sritex, Ini Respons Bank dan Pengamat

Selanjutnya, pemasangan plang sita akan dilakukan secara bertahap terhadap aset milik tersangka ISL di sejumlah wilayah tersebut. Antara lain di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 152 bidang tanah dengan total luas 471.758 meter persegi (m2), dan 1 bidang tanah seluas 389 m2 di Kota Surakarta.

Kemudian, 5 bidang tanah di Kabupaten Karanganyar seluas 19.496 m2, dan di Kabupaten Wonogiri sebanyak 6 bidang tanah seluas 8.627 m2.

Pulihkan Keuangan Negara

Menurut Anang, penyitaan aset ini menegaskan keseriusan Kejagung dalam penegakan hukum. Upaya ini tidak hanya berupa penindakan pidana, tetapi juga pemulihan keuangan negara.

Sebelumnya, pada 1 September 2025, penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah menetapkan Iwan Setiawan Lukminto (ISL) dan saudara kandungnya, Iwan Kurniawan Lukminto (IKL), mantan Wakil Direktur Utama PT Sritex Tbk, sebagai tersangka TPPU dengan tindak pidana awal dugaan korupsi kredit dari bank daerah. (*)

Yulian Saputra

Recent Posts

Digadang Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Respons Begini

Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More

12 mins ago

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

2 hours ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

3 hours ago

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

5 hours ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

6 hours ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

17 hours ago