Minat Investasi, 40 Investor Hongkong Datangi Indonesia
Jakarta – Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) meyakini, target pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah sebesar 5,3 persen bisa tercapai.
KEIN sendiri telah melakukan kajian akan hal itu dan selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden sebagai saran.
“Kami sudah buat simulasi dan rencana strategis untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,3 persen sesuai target tersebut,” kata Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta di Jakarta, Selasa, 13 Juni 2017.
Untuk mencapai target tersebut, kata Arif, stategi yang dapat diterapkan oleh pemerintah yaitu menjaga pertumbuhan ekspor dan mendorong investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi tahun ini.
“Setidaknya pertumbuhan ekspor bisa terjaga pada posisi 7,31 persen dan pertumbuhan impor dibatasi maksimum 5 persen,” terangnya.
Arif melihat, menjaga pertumbuhan ekspor tersebut memungkinkan tercapai karena perekonomian negara-negara mitra dagang utama Indonesia sedang membaik, dimana pada kuartal I 2017 sebanyak 12,8 persen total ekspor Indonesia dikirimkan ke China.
Sementara untuk mendorong investasi, kata Arif, pemerintah perlu melakukan sejumlah strategis, misalnya mengembangkan pola investasi secara bilateral dan mengembangkan investasi sesuai kebutuhan daerah.
“Dengan diberikannya investment grade oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor’s kepada Indonesia, sangat memungkinkan untuk menjaring investasi langsung, peringkat ini jadi modal besar untuk menarik investor,” tutup Arif. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More