News Update

KEIN: Suku Bunga Kredit Bisa Turun Jadi 11%

Jakarta – Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menilai dengan diturunkannya suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,5 persen, diyakini akan segera direspon oleh perbankan melalui transmisi suku bunga kredit.

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta mengatakan, keputusan BI untuk menurunkan suku bunga acuannya akan mendorong perbankan untuk ikut menurunkan suku bunga kreditnya yang saat ini masih lambat penurunannya atau tercatat sebesar 11,73 persen per Juli 2017.

Suku bunga acuan BI yang turun ini akan berpengaruh terhadap cost of fund (sumber dana bank) dari dana yang dikumpulkan atau Dana Pihak Ketiga (DPK). Apalagi, kata dia, jika marjin bunga bersih (NIM) perbankan kompetitif, maka penurunan suku bunga kredit perbankan sangatlah memungkinkan.

“Kemudian dengan BOPO yang juga semakin tepat sasaran da lebih efisien, maka harusnya yang sekarang suku bunga kredit itu 11,73 persen, minimal bisa turun menjadi 11 persen secara rata-rata perbankan yaa,” ujarnya kepada Infobank, di Jakarta, Rabu, 23 Agustus 2017.

Namun demikian, di sisi lain, perlambatan penurunan suku bunga kredit yang terjadi di perbankan ini sejalan dengan kondisi rasio kredit bermasalah (NPL) yang masih dalam trend peningkatan. Oleh sebab itu, bank lebih menyehatkan NPL nya melalui cadangan ketimbang menurunkan suku bunga kreditnya.

Sementara itu, guna mendukung pembiayaan perekonomian sekaligus memperdalam pasar keuangan, BI bersama dengan otoritas terkait akan mempercepat proses konsolidasi perbankan yang tengah terjadi ini serta mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan korporasi melalui pasar keuangan.

“Kebijakan ini bersama dengan penurunan suku bunga ditujukan untuk mendorong intermediasi perbankan yang lebih optimal guna mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo kala itu. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

5 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

11 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

11 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

11 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

11 hours ago