Kehadiran Bank Digital Bisa Ganggu Pasar Bank Konvensional, Kok Bisa?

Kehadiran Bank Digital Bisa Ganggu Pasar Bank Konvensional, Kok Bisa?

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira menilai, munculnya bank digital bisa mengganggu pasar bank konvensional. Ia menilai, masuknya bank digital ke dalam ekosistem perbankan bisa menghasilkan tawaran penyaluran kredit yang lebih menarik serta berkualitas bagi para nasabah.

Bhima mengungkapkan, bank digital mampu memberikan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah karena biaya operasional yang efisien. Dengan ini, perbankan konvensional juga akan “dipaksa” untuk mampu bersaing dengan memberikan layanan yang sama rendahnya dan dengan kualitas yang lebih baik.

“Persaingan semacam ini yang kita harapkan dan akan mendistrupsi pasar dari perbankan konvensional. Jumlahnya semakin sedikit, tetapi layanannya makin berkualitas. Semua orang tentunya menginginkan bunga yang lebih rendah terutama di kondisi seperti sekarang,” jelas Bhima pada gelar wicara virtual yang diselenggarakan Infobank dengan tema Peluang Bank Digital “Memperkuat Ekosistem Perekonomian Digital”, Jumat, 20 Agustus 2021.

Lebih jauh, munculnya bank-bank digital juga akan mendorong perbankan dengan modal kecil untuk segera melakukan merger atau konsolidasi. Merger antar perbankan akan berimbas pada berkurangnya jumlah bank di Indonesia dan semakin efisiennya pengawasan regulator, sesuai dengan keinginan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Mereka (bank-bank kecil) mau tidak mau akan melakukan merger atau akuisisi, sesuai dengan keinginan OJK yang tidak ingin banyak bank. Intinya jumlah bank sedikit, transmisi kredit lebih cepat turun, dan banyak UMKM happy karena bunga tidak terlalu mahal. Sebenarnya kan tujuannya kesana,” jelas Bhima. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]