Moneter dan Fiskal

Kegiatan Dunia Usaha Akhir 2025 Terjaga, BI Proyeksikan Naik di 2026

Poin Penting

  • BI mencatat kegiatan dunia usaha triwulan IV 2025 tetap terjaga dengan SBT 10,61 persen, meski menurun dari triwulan sebelumnya.
  • Mayoritas lapangan usaha tumbuh positif, dipimpin jasa keuangan, perdagangan, dan industri pengolahan, didukung momentum HBKN.
  • BI memperkirakan kegiatan usaha meningkat pada triwulan I 2026 dengan SBT 12,93 persen seiring musim panen dan kenaikan permintaan Ramadan.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja kegiatan dunia usaha tetap terjaga. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61 persen pada triwulan IV 2025, meski menurun dibandingkan 11,55 persen pada triwulan III 2025.

Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang diterbitkan BI, mayoritas lapangan usaha (LU) terindikasi tumbuh positif. Kinerja tertinggi tercatat pada LU jasa keuangan dengan SBT 1,95 persen.

Kinerja positif juga terlihat pada LU perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor (SBT 1,21 persen), diikuti LU industri pengolahan (SBT 1,18 persen).

Baca juga: Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Meningkat di Kuartal II 2025

Selanjutnya, LU administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib mencatat SBT 1,02 persen, LU informasi dan komunikasi 0,90 persen, serta LU penyediaan akomodasi dan makan minum 0,77 persen.

“Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru sehingga mendorong permintaan domestik,” tulis Survei Kegiatan Dunia Usaha, Senin, 19 Januari 2026.

Kapasitas Produksi dan Keuangan Usaha Tetap Solid

Selanjutnya, kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV 2025 tercatat stabil di level 73,15 persen. Capaian tersebut ditopang oleh LU pengadaan listrik serta LU pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.

Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum tetap baik, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang semakin mudah.

Baca juga: OJK Terbitkan Aturan Perluasan Kegiatan Usaha Perbankan, Ini Poin-poinnya

Prospek Usaha Triwulan I 2026 Meningkat

Selain itu, BI mencatat responden memperkirakan kegiatan usaha pada triwulan I 2026 meningkat dengan SBT sebesar 12,93 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan SBT triwulan IV 2025 sebesar 10,61 persen maupun SBT triwulan I 2025 sebesar 7,63 persen.

Peningkatan kegiatan usaha diperkirakan didorong oleh LU pertanian, kehutanan, dan perikanan (SBT 1,95 persen) seiring masuknya musim panen.

Selain itu, LU transportasi dan pergudangan (SBT 1,17 persen), LU perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor (SBT 1,24 persen), serta LU industri pengolahan (SBT 1,55 persen) turut menopang pertumbuhan sejalan dengan meningkatnya permintaan pada periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Kredit Macet, Tipikor, dan Satire Penegakan Hukum di Sektor Perbankan

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan ISU pemidanaan kredit macet kembali mengemuka dan… Read More

1 min ago

BEI Sebut Ada 1 Perusahaan Konglomerasi Siap IPO

Poin Penting BEI menyebut setidaknya satu perusahaan konglomerasi siap melangsungkan IPO pada 2026, meski sektor… Read More

9 mins ago

IHSG Cetak Rekor ke Posisi 9.122, Bos BEI: Terima Kasih Pak Purbaya!

Poin Penting IHSG cetak rekor tertinggi baru dengan menyentuh level 9.122,71 pada perdagangan sesi II,… Read More

23 mins ago

BI: Kinerja Industri Pengolahan Meningkat di Triwulan IV 2025

Poin Penting BI mencatat kinerja industri pengolahan pada triwulan IV 2025 tetap ekspansif dengan PMI-BI… Read More

24 mins ago

DJP: 282.047 Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan via Coretax hingga 19 Januari 2026

Poin Penting DJP mencatat 282.047 SPT Tahunan Tahun Pajak 2025 telah dilaporkan melalui Coretax hingga… Read More

33 mins ago

Mantan Ketua Umum PB HMI Prihatin atas Kriminalisasi Bankir di Kebijakan Kredit Sritex

Poin Penting Proses hukum atas kredit Sritex dinilai berpotensi mengaburkan batas antara risiko bisnis perbankan… Read More

1 hour ago