Jakarta – Pemerintah Rusia mengecam upaya serangan drone kepada Presiden Putin yang diduga dilancarkan oleh pasukan militer Ukraina.
Moskow menganggap, penyerangan kediaman presiden tersebut sebagai ‘aksi teror’ terencana dan upaya pembunuhan yang menyasar kepala negara
“Ukraina mencoba menyerang Kremlin dengan drone tadi malam. Menurut layanan media presiden, militer Rusia dan layanan khusus menonaktifkan dua drone. Setelah jatuh, pecahannya tersebar tanpa menimbulkan korban atau kerusakan,” demikian pernyataan resmi pemerintah Rusia, melansir VOA, Rabu (3/5/2023).
Baca juga: Gencatan Senjata, Konflik Sudan Masih Berlangsung
Militer dan pasukan keamanan Rusia, tambah pernyataan tersebut berhasil menonaktifkan pesawat nirawak itu sebelum dapat melakukan serangan.
Pihak Kremlin juga memastikan bahwa Presiden Vladimir Putin aman dan tetap bekerja dari kediamannya, juga bahwa tidak ada perubahan dengan jadwal pekerjaannya.
Diketahui, saat serangan tersebut terjadi pada Selasa malam (2/5), Putin sedang tidak berada di Kremlin. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, kala itu Putin sedang bekerja di kediamannya di Novo-Ogaryovo.
Hingga kini, belum ada verifikasi independen tentang laporan serangan yang menurut Kremlin dilakukan pada malam hari. Pihak Kremlin juga tidak menjelaskan mengapa dibutuhkan lebih dari 12 jam untuk melaporkan insiden tersebut.
Baca juga: Ini Penyebab Kekayaan Para Taipan Rusia Meroket hingga Rp226 T
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membantah tudingan tersebut. Zelenskyy mengatakan negaranya tidak memiliki senjata untuk melakukan serangan tersebut.
“Kami tidak menyerang Putin atau Moskow. Kami berjuang di wilayah kami. Kami tidak memiliki senjata untuk melakukan serangan seperti itu. Itulah sebabnya kami tidak melakukan hal seperti itu di mana pun. Kami tidak menyerang Putin,” akunya.(*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More