Kecelakaan Maut Cibubur, Pihak Pemasang Lampu Merah Harus Tanggung Jawab

Kecelakaan Maut Cibubur, Pihak Pemasang Lampu Merah Harus Tanggung Jawab

Kecelakaan Maut Cibubur, Pihak Pemasang Lampu Merah Harus Tanggung Jawab
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Beberapa pihak terkait dalam kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa  di Jalan Raya Alternatif Transyogi Cibubur depan CBD, harus segera bertanggung jawab. Apalagi, berdasarkan data yang dihimpun dari kepolisian, jumlah korban meninggal sebanyak sepuluh orang dan lima orang mengalami luka-luka.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pihak yang terkait dengan pemasangan trafic light di lokasi kecelakaan maut truk tangki di Cibubur, juga harus dimintai pertanggungjawaban. Pihak yang diduga tersebut adalah Dishub Kota Bekasi dan pihak pengembang. Pasalnya, lampu merah dipasang pada titik rawan kecelakaan, yakni pada jalanan yang menurun.

“Dishub Kota Bekasi dan pengembang juga harus diminta pertanggungjawabannya. Karena berdasarkan informasi, traffic light dipasang atas biaya pihak pengembang perumahan dengan izin dari Dishub Kota Bekasi,” ujar Djoko dalam keterangannya, Rabu, 20 Juli 2022.

Ia menyebut, berdasarkan informasi yang dikumpulkan, titik lokasi kejadian kecelakaan merupakan persimpangan yang baru dibuka di awal tahun 2022. “Titik persimpangan itu terletak persis pada kontur jalan menurun dan menikung dari kedua arah,” katanya.

Menurut Djoko, kasus kecelakaan tersebut memang harus diusut tuntas. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan merupakan penyebab kematian peringkat pertama bagi kelompok umur anak-anak dan remaja. Sekitar 50 persen korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan, adalah pengguna jalan yang rentan seperti pejalan kaki, pengendara sepeda dan pengendara sepeda motor.

Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah korban kecelakaan lalu lintas pada periode 2010-2020 berkisar antara 147.798 – 197.560 jiwa. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia berkisar antara 23.529 – 32.657 jiwa. Pada tahun 2020 angka kematian mencapai 23.529 jiwa, atau setara dengan tiga jiwa meninggal dunia per jam.

“Korban Kecelakaan lalu lintas sudah melebihi korban Covid 19. Dalam satu hari 3 korban. Harus ada keputusan politik negara untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” tambah Djoko.

Maka dari itu, Djoko juga mengusulkan agar dibentuk kembali Direktorat Keselamatan Transportasi Darat. “Pada Ditjen Perhubungan Darat, pernah ada Direktorat Keselamatan Transportasi Darat. Melihat angka kecelakaan yang makin tinggi, perlu dibentuk lagi Direktorat ini,” pungkas Djoko.

Pemasangan lampu merah pada lokasi rawan, yaitu jalan yang menurun, memang diduga sebagai penyebab kecelakaan di Cibubur.  Bahkan menurut informasi warga, sebelumnya juga terjadi beberapa kali kecelakaan tunggal di lokasi tersebut yang tidak menelan korban jiwa.

Sementara pihak kepolisian pun memastikan bahwa lampu merah di kawasan CBD Jalan Transyogi lokasi kecelakaan truk maut sudah dimatikan. Lampu merah dimatikan agar insiden serupa tidak terjadi lagi karena di jalan tersebut seharusnya tidak boleh ada hambatan.

“Lampu sudah kita matikan dalam artian menggunakan hazard saja (kedip-kedip kuning) karena saat pendalaman kami di lapangan untuk jalan ini tidak boleh ada hambatan,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]