Poin Penting
Jakarta – Upaya kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra terus berlanjut. Memasuki satu bulan pascabencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pola penyaluran bantuan kini mulai bergeser dari logistik darurat menuju pemenuhan kebutuhan lanjutan masyarakat di lapangan.
Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra kemanusiaan, seperti Save the Children, Rumah Zakat, Kitabisa, Baitul Maal Merapi Merbabu, Illuni FKUI, hingga sejumlah relawan lokal, bantuan disalurkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menegaskan bahwa sinergi lintas pihak menjadi kunci dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat pascabencana.
“Penyaluran bantuan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana,” ujarnya dikutip 15 Januari 2026.
Baca juga: Kemenkop Beri Relaksasi Kredit dan Pendampingan Koperasi Terdampak Bencana
Tak hanya fokus pada pemenuhan logistik, dukungan juga diarahkan untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan.
Salah satunya melalui penyaluran genset berkapasitas 250 kVA ke RSUD Langsa guna memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi operasional rumah sakit pascabencana.
RSUD Langsa sendiri merupakan rumah sakit rujukan bagi masyarakat di wilayah Langsa, Aceh Tamiang, hingga Aceh Timur.
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan warga terdampak banjir di Sumatra terus berkembang. Jika pada fase awal bantuan difokuskan pada kebutuhan darurat, kini kebutuhan di lapangan mencakup akses air bersih, perlengkapan sanitasi, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan keluarga di pengungsian.
Organisasi kemanusiaan Human Initiative mencatat, sejumlah wilayah di Sumatra, terutama Kabupaten Aceh Tamiang, masih menghadapi kebutuhan mendesak pada fase pemulihan pascabencana.
Pimpinan Human Initiative, Ferdiansyah, menyebut warga terdampak masih membutuhkan perlengkapan kebersihan, selimut, matras, kasur, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Meski demikian, ia memastikan bantuan telah mulai diterima oleh sebagian besar warga.
Baca juga: Fokus Pemulihan Pascabencana Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Dipimpin Tito
Dalam mendukung percepatan distribusi, armada kemanusiaan juga mengirimkan bantuan logistik dari Jakarta ke wilayah terdampak di Sumatra dengan total mencapai 30 ton. Pengiriman tersebut didukung oleh dua pesawat charter untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Pada fase lanjutan, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pascabencana, mulai dari penyediaan air bersih, layanan kesehatan, posko pengungsian, penyaluran sembako dan beras, hingga operasional dapur umum.
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah, melalui kerja sama dengan berbagai organisasi dan relawan kemanusiaan di lapangan. (*)
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More
Poin Penting BTN dukung penuh program gentengisasi Prabowo melalui penyaluran subsidi renovasi rumah untuk meningkatkan… Read More