Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia/istimewa
Jakarta – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menegaskan akan mengebut proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menuturkan salah satu hal yang dikebut dari sisi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) berupa hotel-hotel yang ditargetkan sudah selesai pada Juli atau Agustus tahun ini.
“Beberapa perkantoran juga sudah dibangun, investasi untuk urusan tempat olahraga, kemudian fasilitas umum juga sudah dilakukan,” ucap Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, 29 April 2024.
Baca juga: Realisasi Investasi Triwulan I-2024 Capai Rp401,5 Triliun
Kemudian, Bahlil menambahkan untuk rencana investasi konglomerat Sukanto Tanoto di IKN, saat ini sedang ditangani untuk permintaan lahan.
“Jadi nanti kami akan mempersiapkan lahannya dulu tapi pengajuannya sudah mereka komunikasikan dengan saya maupun dengan OIKN (Otorita IKN),” imbuhnya.
Di sisi lain, untuk rencana investasi dari penanaman modal asing (PMA) akan didorong untuk pembangunan transportasi umum yang membutuhkan teknologi uang lebih tinggi. Sehingga diserahkan kepada perusahaan-perusahaan asing yang memiliki teknologi dan kemampuan yang berpengalaman.
Baca juga: Anggaran IKN Tahun 2024 Capai Rp39,6 Triliun, Baru Terealisasi Segini
Bahlil juga akan membentuk tim percepatan investasi di IKN yang sebelumnya telah didiskusikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melalukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, termasuk kementerian terkait, pemerintah daerah, masyarakat adat, hingga investor.
“Jadi kita pingin untuk ini jadi mengerucut tidak parsial, kalau parsial itu jadi kerjanya lambat, kita bikin satu tim yang kuat yang betul-betul investor datang sudah ngerti tentang masalahnya dan bagaimana cara meneyelesaikan masalahnya,” ujar Bahlil. (*)
Editor: Galih Pratama
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More