“Di pasar modal semua investor udah restore in, dia udah perhitungkan semua berita ini. Dan itu sudah dia masukkan ke dalam kejadian-kejadian saat ini dan mulai minggu lalu. Jadi tidak berarti bukan nanti kejadian, pasar akan bergejolak? Enggak lagi,” tuturnya.
Baca juga: Pemerintahan Trump Diprediksi Bertahan 2 Tahun
Tito pun meyakini pihak AS tengah berdiskusi secara internal terkait hal ini. Sebab jika perekonomian AS membaik justru akan terganggu jika Fed Fund Rate ikut naik.
Seperti diketahui,investor kini mengantisipasi FOMC meeting tanggal 14-15 Maret nanti, di mana suku bunga AS diyakini akan naik. Kenaikan tersebut sudah banyak difaktorkan oleh pelaku pasar, seh Indeks dolar AS cenderung melemah akhir-akhir ini setelah penguatan sebelumnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More