Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selepas konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menegaskan sinergi antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter terus berjalan dengan baik.
Purbaya mengaku, pihaknya bersama anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) lain seperti BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sudah menjelaskan sinergitas antarotoritas ke DPR-RI. Namun, menurut Purbaya, masih ada miskomunikasi.
“Waktu kami di DPR juga ditanyakan hal yang sama. Jadi pada waktu itu DPR belum aware atau kita kurang lapor kali ya,” ujarnya dalam konferensi pers KSSK, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca juga: Kebijakan Fiskal Ugal-Ugalan, Apa Tidak Dipikirkan Dampaknya?
Keselarasan dan kesinambungan antar otoritas tercermin dari KSSK yang menjadi wadah bagi BI serta Kemenkeu untuk memantau arah perekonomian, serta merumuskan kebijakan ke depan.
“KSSK itu punya sekretariat. Setiap hari di situ ada 27 orang ada pegawai BI, Kemenkeu, LPS, dan OJK yang kerjanya di situ. Terus, mereka kumpul semuanya, memonitor keadaan dan kalau ada apa-apa mereka langsung lapor ke induk,” ungkap Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan antar para deputi dari lembaga anggota KSSK setiap bulannya rutin menggelar pertemuan atau rapat untuk memonitor sistem keuangan Indonesia.
“Jadi, kami tidak pernah tidak tahu isu yang ada di lapangan, baik itu di BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan di LPS. Semua saling tahu. Jadi, koordinasinya amat baik,” tegasnya.
Untuk diketahui, sinergi kebijakan fiskal-moneter yang belum sinkron sempat mencuat kala pelaksanaan fit and proper test Thomas Djiwandono sebelum resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur BI.
Salah satu “misi” yang akan ia bawa ketika menjadi Deputi Gubernur BI, yakni akselerasi sinergi fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Ada sejumlah program kunci untuk mengakselerasi ketiganya, yang mana salah satunya adalah penguatan KSSK.
Baca jug: Purbaya Akui Sudah Bertemu Juda Agung, Bahas Rotasi Wamenkeu?
Strategi Thomas tersebut menjadi salah satu alasan kenapa Komisi XI DPR RI mantap memilihnya sebagai Deputi Gubernur BI baru. Ia akan menggantikan Juda Agung yang dikabarkan akan hijrah ke Kemenkeu.
“Dia menjelaskan bagaimana membangun sinergi moneter dan fiskal sehingga beri penguatan pertumbuhan ekonomi serta membangun agility dalam pengambilan keputusan,” kata Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Senin, 26 Januari 2026. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Jakarta - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan tema “Menguat dalam Kebersamaan, Tumbuh dengan Keberkahan” di Kantor Pusat KB Bank, Jakarta,… Read More
Poin Penting: Longsor gunungan sampah di Bantargebang menewaskan empat orang dan kembali menyoroti krisis pengelolaan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan 9 Maret 2026.… Read More
Poin Penting: Status Siaga 1 TNI merupakan tingkat kesiapan tertinggi di militer yang menandakan pasukan,… Read More
Poin Penting Pemerintah akan mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia selama satu bulan sebelum menentukan kebijakan… Read More
Poin Penting RUPST BNI menyetujui pembagian dividen Rp13,02 triliun dari laba bersih 2025. Nilai tersebut… Read More