Headline

Kebijakan BI Soal UMKM, Dorong Sektor Riil

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mewajibkan perbankan untuk meningkatkan porsi kreditnya di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kewajiban BI soal UMKM ini diyakini akan mendorong perekonomian nasional, mengingat UMKM merupakan sektor yang kuat terhadap krisis dan mampu menyerap tenaga kerja yang besar.

Dalam meningkatkan intermediasi perbankan kepada UMKM, Bank Sentral mewajibkan Bank Umum memenuhi target rasio kredit UMKM terhadap total kredit secara bertahap. Target tersebut yaitu 10% di tahun 2016, 15% tahun 2017, dan 20% tahun 2018, dengan tidak meninggalkan prinsip kehati-hatian.

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengungkapkan, setidaknya ada beberapa poin positif dari kebijakan BI soal UMKM yang bisa berdampak ke sektor UMKM, dari kebijakan BI yang harus diterapkan oleh Bank Umum. Menurutnya, kebijakan tersebut akan berimbas positif pada sektor riil.

“Ini sangat baik untuk menggerakkan sektor riil dan bagi rakyat kecil. Dalam ketidakpastian suasana perekonomian global saat ini UMKM tetap menjadi backbone perekonomian nasional, hal ini ditunjukkan oleh maraknya perusahaan start up yang berkembang,” ujarnya, di Jakarta, Rabu, 30 November 2016

Selain itu, kata dia, sektor UMKM juga selama ini banyak bergerak sebagai industri penunjang dalam suatu suplai manajemen sistem bagi industri yang mapan di Indonesia. Di sisi lain, pembiayaan UMKM juga dapat diarahkan kepada sektor-sektor produksi yang berbasis komoditi konsumsi pangan.

“Ini yang penting sebetulnya, karena selama ini seperti yang kita lihat, Indonesia masih melakukan impor beras dan gula jika pasokan keduanya kurang di dalam negeri,” ucapnya. (Selanjutnya : UMKM berpotensi tumbuh 25% di 2018)

Page: 1 2 3

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

40 mins ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

43 mins ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

1 hour ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

1 hour ago

Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun

Poin Penting Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen (yoy) dan melampaui target… Read More

1 hour ago