Ilustrasi KB Bank
Jakarta – KB Bank memperoleh peringkat nasional di level ‘AAA’ dari lembaga pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch).
Peringkat tersebut menggambarkan stabilitas keuangan KB Bank dan komitmen terhadap praktik-praktik bisnis berkelanjutan berjalan dengan baik.
Peringkat tersebut juga mencerminkan peringkat tertinggi terhadap emiten dan obligasi dengan tingkat risiko gagal bayar terendah dibandingkan dengan semua emiten atau kewajiban lainnya di negara atau kesatuan moneter yang sama.
Baca juga : Perkuat Segmen Wholesales, Bank Asal Korea Gelontorkan Pinjaman Rp4,85 Triliun untuk KB Bank
Wakil Direktur Utama KB Bank Robby Mondong mengatakan, peringkat ‘AAA’ KB Bank yang diberikan oleh Fitch sebagai pihak independen, merupakan apresiasi terhadap komitmen atas upaya perbaikan fundamental dan menjadi institusi perbankan terpercaya di Indonesia.
“Dengan dipertahankannya peringkat nasional KB Bank oleh Fitch, semakin memperkuat komitmen kami untuk memberikan layanan perbankan yang andal dan inovatif sesuai kebutuhan nasabah kami,” ujar Robby, pada Kamis (18/4/2024).
Menurutnya, proses pemeringakatan Fitch dilakukan berdasarkan informasi faktual dari berbagai sumber kredibel dan terverifikasi.
Baca juga : Rebranding, KB Bukopin Syariah Kini Jadi KB Bank Syariah
Pembaruan peringkat Fitch juga dilakukan terhadap berbagai instrumen keuangan KB Bank yang telah diterbitkan sebelumnya, yaitu:
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More