Info Anda

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting

  • KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo Nusantara.
  • Pembiayaan difokuskan pada industri petrokimia berorientasi ekspor yang menyasar pasar Asia dan Timur Tengah.
  • Kredit sindikasi memperkuat kapasitas produksi dan devisa negara melalui sektor petrokimia nasional

Jakarta— PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menyalurkan pembiayaan melalui kredit sindikasi kepada PT Petro Oxo Nusantara (PON) dengan total fasilitas sebesar USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan kapasitas produksi, penguatan struktur pembiayaan, dan kebutuhan modal kerja.

Dalam kredit sindikasi tersebut, KB Bank berperan sebagai Joint Original Mandated Lead Arranger, Underwriter, and Bookrunner (JOMLAUB) serta Escrow Agent.

PT Petro Oxo Nusantara merupakan produsen terbesar produk 2-Ethyl Hexanol (2-EH), Normal-Butyl Alcohol (NBA), Iso-Butyl Alcohol (IBA), dan CO₂ Liquid (LCO₂) di Indonesia dan Asia Tenggara.

Baca juga: KB Bank Gandeng Tjiwi Kimia Terbitkan Sukuk Rp400 Miliar, Perkuat Kualitas Aset

Produk ini digunakan sebagai bahan baku industri plastik, cat, perekat, dan lain-lain. Pasar ekspor utama meliputi China, Singapura, Malaysia, Uni Emirat Arab, Australia, dan India.

Perusahaan ini merupakan bagian dari Pertamina Group melalui PT Tuban Petrochemical Industries, yang berperan dalam pengembangan industri petrokimia nasional.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan pembiayaan tersebut sejalan dengan fokus Bank pada sektor produktif dan berorientasi ekspor.

“Pembiayaan sindikasi kepada PT Petro Oxo Nusantara merupakan bagian dari komitmen KB Bank dalam mendukung pengembangan industri petrokimia nasional yang berkontribusi besar terhadap rantai pasok industri dan kinerja ekspor,” ujar Kunardy di Jakarta, pada Rabu (14/1/2025).

Ia optimistis kolaborasi ini akan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, baik bagi Perseroan maupun bagi perekonomian nasional.

Selain pembiayaan, partisipasi KB Bank dalam sindikasi ini juga membuka peluang sinergi dan pengembangan layanan perbankan lainnya. Termasuk pengelolaan escrow, trade finance, serta layanan treasury dan valuta asing.

Baca juga: KB Bank Buka KCP Bandung Taman Kopo Indah, Strategi Perkuat Penetrasi Pasar Jawa Barat

Sementara, Presiden Direktur PT Petro Oxo Nusantara Jaya Martapa mengapresiasi kepercayaan para kreditur yang telah bekerja sama dalam kredit sindikasi ini.

“Kami percaya melalui kemitraan strategis ini dapat menciptakan iklim usaha industri sektor petrokimia yang positif serta memberikan manfaat lebih bagi devisa negara serta pembangunan nasional,” jelas Jaya Martapa.

KB Bank menegaskan akan terus berperan dalam pembiayaan sindikasi dan proyek strategis guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (*) RAL

Galih Pratama

Recent Posts

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

8 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

9 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

10 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

10 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

11 hours ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

11 hours ago