Properti

Kawasan Komersial Ini Disebut Bakal Dongkrak Peluang Bisnis dan Investasi di Tangerang

Poin Penting

  • Paramount Land menghadirkan Indica Grande sebagai kawasan komersial baru seluas 1,4 hektare untuk melengkapi ekosistem kota mandiri dan membuka peluang bisnis serta investasi.
  • Dukungan infrastruktur dan captive market kuat, ditopang hunian yang terus bertumbuh, akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25 yang segera beroperasi
  • Indica Grande dirancang fleksibel dan berorientasi bisnis berkelanjutan, dengan konsep gateless, multi-akses, beragam skema pembayaran, serta anchor tenant INI Padel Club.

Jakarta – Kota mandiri yang dikembangkan Paramount Land, yakni Paramount Petals kedatangan area komersial baru, Indica Grande. Kawasan komersial ini dikembangkan di atas lahan 1,4 hektare di sisi selatan Paramount Petals.

Kehadiran Indica Grande melengkapi fasilitas dan ekosistem di Paramount Petals. Traffic yang semakin meningkat ditambah pembangunan infrastruktur berkelanjutan membuka peluang bisnis dan investasi di kawasan ini.

Pertimbangannya, sejumlah faktor penting untuk berbisnis di kota mandiri ini sudah terpenuhi. Sebut saja perencanaan jangka panjang yang menjamin keberlangsungan bisnis, captive market dari hunian yang semakin besar, hingga aksesibilitas yang mudah.

Rekam jejak Paramount Land yang berhasil mengembangkan Gading Serpong juga menjadi nilai tambah bagi investor maupun calon penghuni.

Baca juga: Kredit Properti Tumbuh 7,4 Persen Jadi Rp1.513.5 Triliun per November 2025

Menurut Chrissandy Dave, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Paramount Petals dikembangkan dengan grand masterplan yang terdiri dari tiga zona utama, yakni South Petals, North Petals, dan West Petals. Saat ini, fokus pengembangan dilakukan di South Petals. Pembangunan dilakukan secara pararel antara produk hunian dan komersial, fasilitas, serta infrastruktur kawasan.

“Kota mandiri ini tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik, tetapi juga peningkatan nilai kota, kualitas lingkungan, pertumbuhan ekonomi lokal, serta nilai investasi bagi konsumen, penghuni, dan masyarakat sekitar,” ujarnya dikutip Rabu, 24 Desember 2025.

Ia menambahkan, akses tol langsung Jakarta-Tangerang KM 25 saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian. Awal tahun depan ditargetkan bisa beroperasi. Kehadiran akses tol ini akan meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas wilayah, mempermudah mobilitas warga Paramount Petals maupun masyarakat sekitar. Ini juga akan meningkatkan nilai kawasan secara keseluruhan.

Indica Grande sendiri dibangun dilokasi yang diapit 4 klaster hunian, yaitu Aster, Canna, dan Gardenia yang sudah dihuni, serta Lily yang saat ini sedang dalam pembangunan. Kawasan komersial ini dirancang gateless dan multi-acces. Indica Grande diklaim cocok untuk berbagai jenis bisnis atau usaha, mulai dari kuliner, barbershop, petshop dan lain sebagainya.

Area komersial ini dipasarkan dengan berbagai skema pembayaran. Mulai dari supercash, KPR DP 5 persen, tunai bertahap dengan DP 10 persen tenor hingga 18 kali, tunai bertahap DP 20 persen tenor sampai 36 kali, tunai bertahap 30 persen tenor hingga 48 kali, dan tunai bertahap tanpa DP tenor 24 kali, 36 kali, dan 48 kali.

Baca juga: Pasar Properti RI Diproyeksi Tumbuh Stabil, Berikut Pendorongnya

“Dalam mendorong aktivitas ekonomi, Paramount Petals menghadirkan Indica Grande, area komersial berkonsep ‘grande’ yang menawarkan fleksibilitas untuk berbagai jenis bisnis. Hadir dengan bangunan 2 lantai bergaya modern dan warna natural yang elegan, Indica Grande tersedia dalam ukuran L4,5×10 dan L4,5×12 untuk tipe reguler, dengan harga kompetitif mulai dari Rp1,5 miliaran,” papar Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land.

Paramount Petals, lanjut Henry, berkomitmen membangun ekosistem bisnis berkelanjutan dengan menghadirkan anchor tenant yang dikurasi sesuai potensi wilayah. Ia menyebut, Indica Grande akan dilengkapi anchor tenant utama yaitu INI Padel Club, arena olahraga padel dan bulutangkis seluas
3.550 m2 yang dilengkapi cafe sebagai meeting point. Arena ini akan mulai beroperasi pertengahan 2026. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

2 mins ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

44 mins ago

Milad 5, BSI Gaungkan Langkah EMAS Generasi EMAS

Kampanye sekaligus sebagai sosialisasi positioning BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia dan mengajak masyarakat… Read More

2 hours ago

Pengguna Jago Terhubung Bibit-Stockbit Tembus 3 Juta, Investasi Naik 80 Persen

Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More

10 hours ago

OJK Tekankan Transparansi dalam Reformasi Pasar Modal RI

Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More

12 hours ago

Sibuk Kerja dan Kejar Deadline?

Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More

12 hours ago