Jakarta–Pemprov DKI Jakarta dan Bank Indonesia (BI) menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI Jakarta menerbitkan kartu Jakarta One yang dapat dipergunakan warga DKI sebagai kartu identitas elektronik dan memiliki value.
Peluncuran prototype kartu ini dilaksanakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo dan Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi.
“Dengan kartu ini Pemrov DKI akan dapat mengelola informasi mengenai pola aktivitas dan pergerakan warganya dalam akses ke sarana publik,” kata Kresno di Jakarta, Kamis, 2 Juni 2016.
Kresno megatakan kartu Jakarta One sendiri dibuat dengan tujuan agar Pemrov DKI dapat memformulasikan kebijakan yang berpihak kepada kebutuhan masyarakatnya atas sarana publik. Lebih jauh lagi, Pemrov DKI dapat memberikan berbagai program insentif untuk mempengaruhi perilaku warganya mendukung kebijakan publik, misalnya dengan pemberian program subsidi transportasi kepada para penghuni rumah susun dan pemegang kartu Jakarta Pintar.
Selain itu, lebih luas lagi fungsinya termasuk mencakup transportasi, akses sarana kesehatan, pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran sarana utilitas seperti listrik, telepon, air minum, gas dan BBM.
Saat ini peluncuran kartu ini untuk 2016 masih dilakukan secara terbatas untuk segmen masyarakat yang mendapat subsidi seperti penghuni rumah susun dan secara bertahap akan diperluas cakupannya pada 2019.
“Jakarta One akan mendorong terbentuknya masyarakat digital dan terbentuknya Jakarta Smart City. Peran Bank DKI adalah pendukung Pemrov DKI,” (*) Dwitya Putra
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More