Perbankan

Kantor Cabang Bank Tutup 4.145 Unit, OJK: Bukan Sepenuhnya Karena Digitalisasi

Jakarta – Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, menjadikan sektor industri keuangan seperti perbankan diharuskan untuk bertransformasi ke arah digital. Terlebih, semenjak pandemi Covid-19 melanda di tahun 2020, keterbatasan gerak dalam bekerja maupun bertemu ternyata bisa disubstitusikan dengan digital. Selain itu, transformasi digital mengalami lompatan baru di berbagai kalangan.

Hal tersebutlah yang membuat sektor perbankan berlomba-lomba untuk memperkuat digitalisasinya demi kelangsungan bisnis yang berkelanjutan. Di sisi lain, dengan mulai beralihnya layanan perbankan konvensional ke digital, justru berdampak pada berkurangnya jumlah kantor cabang bank.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai dengan Juli 2022 jumlah kantor cabang bank di Indonesia tercatat sebanyak 25.568 unit. Jumlah itu berkurang 4.145 unit dari Juli 2021 yang sebanyak 29.713 unit.

Menurunnya jumlah kantor cabang bank ini sebetulnya sudah terjadi setidaknya sejak 2015. Dalam tujuh tahun terakhir hingga Juli 2022, secara rata-rata jumlah kantor cabang bank berkurang 1.055 unit per tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, transformasi digital menjadi sebuah keniscayaan di dunia perbankan. Adanya pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir, kata dia, hanya mengakselarsi digitalisasi karena dari sisi pelayanan nasabah dalam posisi pra Covid juga akan bergantung kepada kemampuan bank dalam mengembangkan digitalisasi.

Menurutnya, pengurangan kantor cabang bank belum sepenuhnya berkaitan dengan digitalisasi karena tergantung pada model bisnis yang dilakukan oleh masing-masing bank.

“Itu mungkin belum konklusif ya, tergantung kepada model bisnis yang akan dilakukan oleh masing-masing bank. Sekarang banyak opsi apakah orang bisa mengakusisi kemudian membentuk bank digital ataupun yang benar-benar digital banking. Digitalisasi juga banyak dilakukan oleh bank-bank besar dengan kekuatan modal yang juga besar, sehingga mampu memberi pelayanan yang lebih efektif dan efisien,” katanya, dikutip, Kamis, 5 Januari 2023.

Lebih lanjut, kedepannya OJK akan terus mengawasi bagaimana perkembangan model bisnis dari perbankan, sehingga fenomena ini bisa dipastikan secara jelas. “Akan kita monitor bagaimana perkembangan bisnis perbankan ini, dari tiap tahun akan kita lihat rencana bisnis bank arahnya akan seperti apa, sehingga kita bisa menyimpulkan,” imbuh Dian.

Sementara itu, data dari Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital terus bertumbuh. Tercermin dari nilai transaksi digital banking pada November 2022 meningkat 13,88% yoy menjadi Rp4.561,2 trilun dan nilai transaksi uang elektronik tumbuh 12,84% yoy atau mencapai Rp35,3 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat ditopang oleh naiknya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, luasnya dan mudahnya sistem pembayaran digital, serta cepatnya digital banking.

Selain itu, BI juga memproyeksikan ekonomi keuangan digital Indonesia pada tahun 2023 akan meningkat pesat. Diperkirakan transasksi e-commerce akan mencapai Rp572 triliu. Sementara transaksi uang elektronik di tahun 2023 sebesar Rp508 triliun dan transaksi layanan perbankan digital Rp67 ribu triliun. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kopra by Mandiri Permudah Pengelolaan DHE SDA, Kini Bisa Dipantau Real-Time

Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur DHE Tracker di Kopra by Mandiri untuk membantu eksportir… Read More

15 mins ago

Pelaporan SPT 2025 Tembus 6 Juta, Ini Rincian Data dari DJP

Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan 2025 mencapai 6.002.570 hingga 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB.… Read More

1 hour ago

Ini Kata Pemerintah soal Stok Pangan, BBM, dan LPG Jelang Lebaran

Poin Penting Pemerintah menjamin stok jelang Lebaran untuk pangan, BBM, dan LPG dalam kondisi aman… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 1,76 Persen ke Level 7.710, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,76% ke level 7.710,53 pada perdagangan 5 Maret 2026. Mayoritas… Read More

3 hours ago

Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Terdekat untuk THR Lebaran 2026

Poin Penting Pencarian ATM pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu terdekat meningkat jelang Lebaran 2026… Read More

3 hours ago

KNEKS: Spin-Off Terlalu Cepat Berpotensi Melahirkan Bank Syariah Kecil

Poin Penting KNEKS menilai spin-off UUS yang terlalu cepat berpotensi melahirkan bank syariah kecil dengan… Read More

3 hours ago