Jakarta – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), terus menggenjot kapasitas anak usahanya, yaitu Cargoshare Logistics sebagai langkah untuk memperkuat jaringan rantai pasok pada konsumen.
Cargoshare Logistics yang berfokus dalam proses pengiriman produk keseharian yang paling banyak dilayani perusahaan atau Fast Moving Consumer Goods (FMCG), kini membidik peluang baru yang lebih besar di industri halal.
Direktur Logistik ASSA, Suyanto Tjoeng mengatakan bahwa, Perseroan telah mendapatkan sertifikat halal sejak November 2023 yang lalu, dengan sertifikasi tersebut berperan sangat penting untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.
Baca juga: Adi Sarana Armada Catat Laba Bersih Rp71 Miliar di Kuartal I 2024, Ini Pendorongnya
“Karena masyarakat Indonesia majority muslim, kita ingin supaya ketika mereka mengonsumsi makanan sehari-hari kehalalannya itu lebih terjamin,” ucap Suyanto kepada media di Jakarta, 11 Juli 2024.
Dengan telah dikantonginya sertifikat halal, ke depannya Cargoshare Logistics akan menjamin setiap proses pengiriman logistik, termasuk penggunaan teknologinya, telah memenuhi seluruh syarat yang ditetapkan.
“Secara operasional, sistem, dan teknologinya kita pastikan tetap comply pada proses halal. Misalnya memastikan historical kendaraan yang dipakai tidak terkontaminasi. Kalau pernah, harus dilakukan penyucian,” imbuhnya.
Baca juga: Potensi Ekonomi Halal RI Diramal Capai Rp9.055 Triliun di 2028
Hingga saat ini Cargoshare telah memiliki sebanyak 1.800 unit yang tersebar di lebih dari sekitar 150 wilayah Perseroan di seluruh Indonesia, di mana Cargoshare menyumbang kepada induknya, yaitu ASSA sekitar 10-15 persen.
“Melihat potensi bisnis logistik yang sangat besar, termasuk pesatnya permintaan akan produk halal, kami yakin Cargoshare Logistics mampu merebut pangsa pasar yang makin luas,” ujar Suyanto. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More
Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More
Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More