Poin Penting
Jakarta – PT Bank Mandiri Taspen mengumumkan bahwa Panji Irawan kini telah efektif menjabat sebagai direktur utama (dirut) perseroan sejak 21 Januari 2026. Panji dinyatakan lulus penilaian kemampaun dan kepatutan atau fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Dinyatakan efektif dalam jabatan sebagai Direktur Utama Perseroan sejak tanggal 21 Januari 2026 sesuai dengan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEPR3/D.03/2026 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Sdr. Panji Irwan Sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen,” tulis manajemen Bank Mandiri Taspen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 23 Januari 2026.
Baca juga: Sinergi Bank Mandiri Taspen dan Allianz Life Jaga Kesehatan para Pensiunan
Sebelumnya, Panji Irawan diangkat sebagai dirut Bank Mandiri Taspen melalui Keputusan Sirkuler Pemegang Saham PT Bank Mandiri Taspen pada 4 Desember 2025.
Dengan telah efektifnya pengangkatan tersebut, Panji Irawan kini memiliki kewenangan penuh untuk menjalankan fungsi operasional dan bisnis sebagai pucuk pimpinan Bank Mandiri Taspen.
Melansir laman perseroan, Panji yang kini menginjak usia 60 tahun ini merupakan bankir dengan pengalaman panjang berkarier di bank pelat merah.
Sebelum bergabung di Bank Mandiri Taspen, pria yang menyandang gelar S2 Master of Business Adm Risk Management – Universitas Indonesia ini punya catatan karier yang moncer di Bank Mandiri.
Baca juga: Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026
Beberapa jabatan strategis pernah diembannya. Panji pernah dipercaya sebagai Direktur Treasury & International Banking.
Selain itu, dia juga pernah mengemban tugas sebagai Direktur Operation dan Direktur Finance & Strategy.
Panji juga sempat meniti karier di Bank Negara Indonesia (BNI). Jabatan terakhirnya adalah Direktur Treasury & International. (*)
Poin Penting Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan… Read More
Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More
Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More
Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More
Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More
Poin Penting Empat BPR/BPRS dilikuidasi akibat dampak bencana di wilayah Sumatra, dengan kondisi terparah dialami… Read More