News Update

Kantongi Restu OJK, Bank SMBC Jadi Induk Konglomerasi SMBC di Indonesia

Jakarta – PT Bank SMBC Indonesia Tbk atau SMBC Indonesia mengumumkan telah resmi menjadi perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK) Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Tanah Air.

Keputusan tersebut berdasarkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-6/KS.1/2025 tanggal 24 Juni 2025 yang disampaikan melalui surat OJK Nomor SR-11/KS.13/2025 tanggal 8 Juli 2025.

“Bahwa OJK telah menyetujui penunjukan perseroan sebagai PIKK melalui Keputusan Anggota Dewan
Komisioner OJK Nomor KEP-6/KS.1/2025,” tulis manajemen SMBC Indonesia dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), 18 Juli 2025.

Baca juga: SMBC Indonesia Umumkan Jajaran Komisaris dan Direksi Terbaru, Ini Daftarnya

Untuk memenuhi Peraturan OJK nomor 30 tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan, perseroan telah melakukan perubahan Anggaran Dasar sesuai keputusan RUPST yang digelar pada 22 April 2025 lalu.

Menajemen SMBC Indonesia juga memastikan bahwa keputusan ini tak berdampak pada kegiatan operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan emiten.

Diketahui, PT Bank SMBC Indonesia Tbk atau SMBC Indonesia yang sebelumnya PT Bank BTPN Tbk (BTPN) merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia pada Februari 2019.

Baca juga: Kolaborasi SMBC Indonesia dan IIF Jalin Layanan Perbankan Transaksi Valuta Asing

Dalam perjalanannya, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Group sebagai pengendali SMBC Indonesia terus memperkuat posisinya di landskap industri keuangan Tanah Air.

Pada Maret 2024, SMBC Indonesia melakukan peneterasi bisnis dengan mengakuisisi 51 persen saham PT Oto Multiartha dan PT Summit Oto Finance (OTO Group).

Aksi SMBC Indonesia yang mencaplok saham OTO Group tersebut menambah portofolio layanan pembiayaan otomotif dan memperluas jaringan cabang di Indonesia.

Penggabungan Grup OTO ke dalam konglomerasi SMBC Indonesia membuahkan hasil positif pada kinerja perseroan.

Hingga tiga bulan pertama tahun 2025, SMBC Indonesia berhasil membukukan laba bersih setelah pajak (konsolidasi) Rp634 miliar, meningkat sebesar 2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Raihan laba tersebut didorong kenaikan pendapatan bunga bersih yang meningkat 34 persen yoy menjadi Rp4,1 triliun, yang antara lain berasal dari pendapatan bunga dari kredit, penempatan aset likuid, dan pendapatan bunga bersih Grup OTO. Selain itu, pertumbuhan pendapatan juga dikontribusikan oleh pendapatan fee dari Grup OTO.

Adapun total aset SMBC Indonesia mengalami pertumbuhan tipis 0,11 persen dari Rp239,84 triliun per Maret 2024 menjadi Rp240,12 triliun per Maret 2025.

Galih Pratama

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

7 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

14 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

15 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

15 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

16 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

22 hours ago