News Update

Kantongi Kepesertaan JKN-KIS, Penderita Liver Ditangani Secara Gratis

Jember – Keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diakui telah banyak membantu masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Selain itu, program ini rupanya juga memberikan keringanan bagi peserta yang membutuhkan. Salah satunya Siti Zenab yang menjalani rawat inap gratis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Pukesmas) saat didiagnosa sakit liver.

Zaenab bercerita, jika rasa sakit di perutnya sudah lama dialami. Namun ia ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatannya karena mengkhawatirkan biaya untuk berobat. Namun setelah kurang lebih 6 bulan lalu mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Zaenab resmi menjadi peserta JKN-KIS yang dibiayai oleh Pemerintah.

Saat rasa sakit dibagian perutnya itu muncul kembali hingga mual dan muntah, tanpa ragu dengan berbekal kartu tersebut ia langsung memeriksakan diri ke Puskesmas Sabrang, Ambulu. Saat tiba di Puskesmas, Zaenab yang ditemani anaknya menunjukkan kartu peserta JKN-KIS nya. Di poli rawat jalan, dokter yang bertugas menyampaikan jika Zaenab harus dirawat inap berdasarkan hasil laboratorium. Beruntungnya, kondisi tersebut belum terlalu buruk sehingga hanya perlu dilakukan perawatan di tingkat Puskesmas.

“Hasilnya ternyata saya dinyatakan menderita sakit liver oleh dokter yang bertugas. Harus rawat inap biar bisa lekas pulih,” ujarnya ketika diwawancarai.

Kurang lebih 5 hari dirawat, ia diperbolehkan pulang. Namun, dokter tetap memberikan surat kontrol kembali untuk memastikan kondisi Zaenab benar-benar pulih pasca dirawat. Dokter yang merawatnya pun juga memberikan infomasi, jika kondisi nanti memburuk, Zaenab akan diberikan rujukan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Diakuinya, semua biaya perawat baik rawat inap maupun rawat jalan tidak mengeluarkan biaya dari kantong pribadinya.

“Gratis, tidak bayar apa-apa. Katanya kalau sudah punya kartu BPJS ini bisa dipakai dan biaya perawatan kita dibayar BPJS Kesehatan,” tutur Zaenap yang tinggal jauh dipelosok desa Kabupaten Jember.

Ia menerangkan bahwa keberlangsungan Program JKN-KIS harus terus dipertahankan lantaran dinilainya sangat membantu masyarakat. Khususnya masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah seperti dirinya.

“Dulu kalau gak punya BPJS nduk, ya takut ke Puskesmas. Berobat kan tidak murah. Apalagi untuk saya yang cuma buruh tani musiman. Warga disini banyak yang dapat, karena rata-rata memang tidak mampu. Ada BPJS jadi sangat terbantu sekali, tidak pusing biaya. Alhamdulillah, terima kasih.” imbuhnya. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Langkah Allianz Indonesia Dukung Kanal Distribusi Keagenan dan Bancassurance

Poin Penting Allianz Indonesia memperkuat kanal keagenan (ASN) dan bancassurance melalui kickoff awal 2026 untuk… Read More

3 mins ago

Pertama di Indonesia, BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp500 Miliar

Poin Penting BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menjadi yang pertama di… Read More

26 mins ago

126.796 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan via Coretax per 12 Januari 2026

Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax capai 126.796 SPT hingga 12 Januari 2026 pukul 14.00… Read More

29 mins ago

Investor Simak! Ini Sektor yang Diproyeksi Moncer di Tahun Kuda Api

Poin Penting DBS Bank memproyeksikan IHSG menguat ke level 9.800 pada 2026, ditopang fundamental pasar… Read More

40 mins ago

IHSG Rebound, Dibuka Menguat ke Posisi 8.934

Poin Penting IHSG berbalik menguat pada pembukaan perdagangan 13 Januari 2026, naik 0,56 persen ke… Read More

3 hours ago

Geopolitik Memanas, DBS Ungkap 2 Aset Investasi Paling Diuntungkan

Poin Penting Produksi minyak Venezuela rendah, invansi AS tak berdampak besar ke harga energi global.… Read More

3 hours ago