News Update

Kantongi Izin Usaha dari BI, ICDX dan ICH Siap Kembangkan Ekosistem PUVA

Poin Penting

  • Resmi Berizin BI – ICDX jadi bursa derivatif PUVA, ICH lembaga kliring dan penjaminan
  • Dukung BPPU 2030 – Perkuat ekosistem derivatif pasar uang dan valas berstandar global
  • ICDX dan ICH Fokus pada produk, teknologi, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen.

Jakarta – Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dan Indonesia Clearing House (IHC) mengantongi izin resmi dari Bank Indonesia (BI). ICDX mendapat izin usaha sebagai penyelenggara bursa derivatif pasar uang dan valuta asing (PUVA). Sedangkan ICH ditetapkan sebagai lembaga kliring dan penjaminan derivatif PUVA.

Penetapan dari BI itu menjadi titik awal pengembangan serta kontribusi ICDX dalam mendukung ekosistem PUVA yang lebih maju dan berstandar internasional.

“Kami juga berkomitmen untuk mendukung penuh upaya Bank Indonesia dalam pengembangan Derivatif PUVA seperti yang tertuang dalam Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2030,” kata Nursalam , Direktur ICDX dalam keterangan resmi, Rabu, 11 Februari 2026.

Baca juga: Didominasi Emas, Transaksi Multilateral ICDX Naik 43,9 Persen di 2025

Ia menambahkan, sejalan dengan penetapan izin ini, regulator tentu mendorong tata kelola industri derivatif PUVA menuju standar internasional. Penyelenggara bursa dan lembaga kliring PUVA wajib memiliki kompetensi dan kapabilitas, ketahanan siber dan operasional yang efisien dan transparan.

“Untuk itu, ICDX siap berfokus dalam pengembangan operasional baik dari sisi integritas pasar, perlindungan nasabah maupun teknologi dalam mendukung efisiensi transaksi,” lanjut Nursalam.

Untuk mendukung pengembangan derivatif PUVA, ICDX merencanakan sejumlah langkah strategis. Dari sisi produk, ICDX akan terus melakukan sinergi atas produk-produk yang tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur BI, dengan variasi kontrak hingga ukuran mikro.

Lalu, dari sisi pricing, dengan menghadirkan basis harga yang efisien dan kredibel, mengacu pada mekanisme pasar yang kredibel.

Kemudian, dari sisi partisipan, ICDX akan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan perdagangan derivatif PUVA.

Sementara, dari sisi Infrastruktur, ICDX telah memulai dengan mengadopsi teknologi untuk mendukung perdagangan yang aman, transparan dan efisien.

Baca juga: Marak Ancaman Siber, ICDX dan ICH Pastikan Penguatan Keamanan Informasi

“Dari sisi perlindungan konsumen melalui penanganan pengaduan yang efektif serta peningkatan keberdayaan konsumen melalui program-program edukasi dan literasi,” tegas Nursalam.

Di kesempatan sama, Direktur Indonesia Clearing House (ICH) Yugieandy Tirta Saputra, mengungkapkan, ICH juga akanmenjalankan berbagai langkah strategis untuk mendukung visi Bank Indonesia dalam pengembangan derivatif PUVA.

“ICH berkomitmen menjadi infrastruktur penyelenggara derivatif PUVA yang mengedepankan keamanan, transparansi dan efisiensi dalam penyelesaian transaksi, didukung dengan manajemen risiko komprehensif yang dapat mengikuti dinamika pasar sekaligus sarana mitigasi risiko,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Polemik Kapal KKP Memanas, Purbaya Tegaskan Anggaran Belum Dikucurkan

Poin Penting: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran pembangunan kapal KKP belum dikucurkan. Menteri… Read More

19 mins ago

IHSG Ditutup Menguat Hampir 2 Persen ke Level 8.290

Poin Penting IHSG melonjak 1,96 persen ke level 8.290,96 dengan 544 saham menguat; nilai transaksi… Read More

2 hours ago

WFA Lebaran 2026 Tak Dihitung Cuti, Ini Aturan Lengkapnya

Poin Penting: Pemerintah menetapkan WFA Lebaran 2026 pada 16-17 Maret dan 25-27 Maret 2026 bagi… Read More

3 hours ago

Generali Indonesia Bayarkan Klaim kepada Nasabah

Sepanjang tahun 2025, Generali Indonesia telah membayarkan klaim senilai lebih dari Rp 1,3 Triliun untuk… Read More

3 hours ago

BCA Syariah Tumbuh Positif Sepanjang 2025, Total Asset Meningkat 15,4% YoY

BCA Syariah mencatatkan kinerja yang solid dengan peningkatan total aset sebesar 15,4% secara year-on-year (YoY)… Read More

3 hours ago

BTPN Syariah Cetak Laba Rp1,2 Triliun di 2025, Tumbuh 13 Persen

Poin Penting BTPN Syariah mencetak laba bersih Rp1,2 triliun pada 2025, naik 13 persen yoy… Read More

3 hours ago