Ilustrasi kantor PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX),
Poin Penting
Jakarta – PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) resmi mengantongi izin usaha dari Bank Indonesia (BI) sebagai Penyelenggara Bursa Derivatif Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA).
Izin tersebut membuka jalan bagi JFX untuk secara operasional menyelenggarakan transaksi derivatif berbasis pasar uang dan valas di bawah pengawasan otoritas moneter.
Persetujuan diberikan melalui Surat Bank Indonesia Nomor 28/188/DPPK/Srt/B tertanggal 28 Januari 2026, setelah JFX dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sesuai Peraturan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Nomor 26 Tahun 2025 tentang Derivatif Keuangan dengan Aset yang Mendasari Produk Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing.
Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya mengatakan, izin tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi peran bursa berjangka di Indonesia.
Baca juga: Begini Cara Menggunakan Binance Futures untuk Trading Kripto dan Bitcoin
“Izin usaha dari Bank Indonesia ini bukan hanya bentuk pengakuan atas kesiapan regulasi dan infrastruktur JFX, tetapi juga amanah untuk berkontribusi lebih besar dalam memperkuat struktur pasar keuangan nasional. Kami berkomitmen menghadirkan Bursa Derivatif PUVA yang teratur, transparan, berintegritas, serta mampu menjadi sarana lindung nilai yangefektif bagi pelaku usaha dan institusi keuangan,” ujarnya, dikutip Jumat, 13 Februari 2026.
Dengan mandat baru ini, JFX akan mengoperasikan Bursa Derivatif PUVA yang didukung infrastruktur perdagangan elektronik, sistem manajemen risiko terintegrasi, serta tata kelola yang telah melalui evaluasi otoritas.
Dalam ekosistemnya, penyelenggaraan bursa derivatif ini akan didukung oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) sebagai lembaga kliring dan penjaminan transaksi.
KBI merupakan bagian dari Holding Danareksa di bawah Danantara Indonesia. Dukungan kliring tersebut diharapkan menjamin keamanan, transparansi, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap transaksi.
Baca juga: Rumor Suahasil-Misbakhun Masuk Bursa Pimpinan OJK Dibantah, Purbaya Angkat Bicara
Kehadiran Bursa Derivatif PUVA di bawah pengawasan BI dinilai akan meningkatkan kedalaman pasar keuangan domestik, sekaligus memperluas instrumen lindung nilai terhadap risiko nilai tukar dan suku bunga.
Ke depan, JFX menargetkan penguatan kolaborasi dengan pelaku pasar, perbankan, dan pemangku kepentingan lain untuk membangun ekosistem derivatif PUVA yang prudent, efisien, dan kompetitif.
Langkah ini sekaligus mendukung agenda pendalaman pasar keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks. (*)
Editor: Galih Pratama
Allianz Syariah menegaskan komitmennya untu kterus menghadirkan solusi proteksi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur DHE Tracker di Kopra by Mandiri untuk membantu eksportir… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan 2025 mencapai 6.002.570 hingga 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB.… Read More
Poin Penting Pemerintah menjamin stok jelang Lebaran untuk pangan, BBM, dan LPG dalam kondisi aman… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,76% ke level 7.710,53 pada perdagangan 5 Maret 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Pencarian ATM pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu terdekat meningkat jelang Lebaran 2026… Read More