News Update

Kadin: Kekosongan Dirut Pertamina Jangan Kelamaan

Jakarta–Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Wilayah Indonesia Timur berharap PT Pertamina (Persero) segera memiliki direktur utama definitif yang baru.

Pasalnya, perusahaan pelat merah itu diberi banyak tugas oleh negara membangun proyek strategis berupa infrastruktur minyak, gas dan menjalankan public service obligation (PSO) di  kawasan timur.

“Lebih cepat lebih baik segera ada bos baru. Jangan kelamaan, agar hal-hal strategis yang harus diputus oleh pimpinan perusahaan yang definitif tidak tertunda,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H. Andi Rukman Karumpa di Jakarta, Senin, 13 Februari 2017.

Andi mengatakan, Pertamina, khususnya di KTI bertugas membangun sejumlah proyek besar infrastruktur migas. Tak hanya itu, Pertamina juga tengah menjalankan PSO kebijakan satu harga Bahan Bakar Minyak di Papua.

Bahkan, pemerintah tengah membahas untuk menambah 44 proyek strategis nasional (PSN) baru dengan nilai mencapai Rp1.098 triliun. Dengan tambahan ini, jumlah proyek yang masuk dalam PSN mencapai 231 proyek senilai Rp3.838 triliun.

“Tentu ini kan akan melibatkan state entreprise sekelas Pertamina,” ujar Andi.

Melihat hal tersebut, dirinya pun berharap Pertamina yang juga menjadi mitra usaha dari pengusaha di KTI segera memiliki pimpinan definitif.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina (Persero) memutusan memberhentikan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang dari jabatannya.

Kemudian, pemegang saham menunjuk Yenni Andayani sebagai Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Direktur Utama Pertamina.

Yenni saat ini juga menjabat Direktur Energi Baru Terbarukan (EBT) Pertamina. Andi berharap dirut Pertamina yang baru nantinya memiliki komitmen yang kuat untuk membantu pemerintah membangun infrastruktur energi di KTI.

“KTI itu punya bahan baku industri yang melimpah, tapi lemahnya di pasokan energi. Sebab tidak ada infrastruktur energinya. Kita ingin Pertamina komit di sana nanti,” tutupnya. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga 

Dwitya Putra

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

4 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

5 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

6 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

6 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

7 hours ago