Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie
Poin Penting
Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerja Sama tentang Peningkatan Strategis Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Bilateral dengan US-ASEAN Business Council (US-ABC).
Penandatanganan dilakukan di sela-sela forum US-Indonesia Economic Dialogue yang diselenggarakan oleh US-ABC, U.S. Chamber of Commerce (USCC), dan US-Indonesia Society (USINDO) bekerja sama dengan Kadin Indonesia, Kamis (19/2) waktu setempat.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, kerja sama ini bertujuan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di AS.
“Tanda tangan antara Kadin dengan US-ASEAN Business Council, intinya bagaimana kita bisa memperbesar pasar buat para pedagang kita, para investor dari Indonesia, para pengusaha dari Indonesia untuk bisa mengakses pasar di Amerika,” ujar Anin, sapaan akrab Anindya dikutip 21 Februari 2026.
Baca juga: Dari Washington, Kadin Nilai Langkah Prabowo Perkuat Posisi RI di Peta Ekonomi Global
Sebagai contoh, Anin menyoroti sektor alas kaki. Ia menyebut nilai ekspor alas kaki Indonesia ke AS saat ini sekitar USD120 juta, sedangkan Vietnam telah mencapai USD600 juta.
“Nah itu hampir 4-5 kali lipatnya,” kata Anin.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor, selama tetap menjaga daya saing, terutama dari sisi tarif.
“Jadi sekarang Indonesia mempunyai kesempatan untuk meningkatkan itu semua selama bisa tetap kompetitif. Secara daripada tarif, harus kompetitif. Tapi Indonesia juga mempunyai kesempatan untuk meningkatkan jumlah dari para perdagangan yang tentunya akan membawa pertumbuhan Indonesia, lapangan kerja, dan lain-lain,” ujarnya.
Anin menambahkan, Kadin saat ini fokus mendukung pelaku usaha yang telah aktif melakukan ekspor, antara lain di sektor garmen, tekstil, alas kaki, furnitur, dan elektronik.
Baca juga: Kadin Minta Pelaku Usaha Cermati Teknis Kesepakatan Tarif Resiprokal 19 Persen
Namun, ia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan perdagangan, melainkan juga mendorong investasi AS masuk ke Indonesia.
“Ingat, bahwa di Indonesia ini dibutuhkan banyak investasi. Sampai 60 miliar dollar AS FDI, Foreign Direct Investment. Nah, ini juga salah satu cara untuk kita untuk mendapatkan ini semua,” kata Anin.
Lebih lanjut, ia menilai kesepakatan dagang (Agreement on Reciprocal Trade) yang tengah dipersiapkan Indonesia dan AS berpotensi menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.
“Karena trade agreement yang akan ditandatangani oleh kedua negara ini benar-benar bisa menjadi suatu sejarah. Supaya perdagangan dan investasi-investasi selalu meningkat. Membawa lapangan kerja, membawa juga pertumbuhan,” ujarnya.
Anin juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemampuan tenaga kerja nasional, termasuk di bidang teknologi, guna mendorong transformasi ekonomi menuju industri bernilai tambah.
“Sehingga kita juga bisa menjadi negara maju yang makin hari akan mentransformasi ekonominya menjadi industri-industri yang lebih mempunyai nilai tambah,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More