News Update

Kadin Bidik Peningkatan Investasi Lewat Integrasi Asia Pasifik di ABAC Meeting I 2026

Poin Penting

  • Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan arus investasi dan perdagangan, termasuk lewat penguatan infrastruktur fisik dan nonfisik.
  • Indonesia mengusulkan agenda konkret, seperti pembentukan Carbon Center of Excellence serta promosi sistem keuangan inklusif sebagai kontribusi kerja sama kawasan.
  • Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dinilai krusial agar target peningkatan ekspor dan investasi Indonesia mampu melampaui Vietnam di pasar global.

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membidik peningkatan arus investasi dan perdagangan melalui penguatan integrasi kawasan Asia Pasifik yang menjadi fokus utama ABAC Meeting I 2026 di Jakarta.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk mendorong integrasi kawasan melalui pembangunan infrastruktur fisik dan nonfisik guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif.

“Nah, tadi bicara salah satu fokusnya ialah regional integration. Integrasi secara infrastruktur, baik keras maupun lunak. Dan di sini penting sekali karena kita ujungnya ingin mencari investasi dan perdagangan,” ujar Anin dalam konferensi pers ABAC Meeting I 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026.

Baca juga: Ketum Kadin: Perdagangan Indonesia-Australia Berpeluang Naik 3 Kali Lipat

Anindya, yang akrab disapa Anin, menyampaikan ABAC Meeting I 2026 menghasilkan berbagai pembahasan, termasuk melalui kelompok kerja keberlanjutan. Indonesia mengusulkan pembentukan Carbon Center of Excellence sebagai kontribusi konkret dalam agenda kerja sama kawasan.

Selain itu, pertemuan tersebut juga merumuskan usulan di bidang finansial, yakni promosi sistem keuangan inklusif (financial inclusion).

“Jadi bukan saja kita menjadi event organizer, tapi kita juga bantu sub-agenda. Bahkan memasukkan juga lesson learn dari Indonesia untuk dunia,” terang Anin.

Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Terkait peningkatan perdagangan dan investasi, Anin menegaskan ABAC Meeting I menjadi tonggak penting bagi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Ia mengungkapkan, Indonesia menargetkan peningkatan investasi dan perdagangan agar mampu melampaui Vietnam di pasar global.

Baca juga: Kadin Dorong ABAC 2026 Jadi Momentum Ekspansi Perdagangan dan Investasi

“Indonesia ekspor 250 miliar dolar AS setahun, Vietnam 500 miliar dolar AS per tahun. Jadi apa yang kita mesti lakukan untuk sama-sama, tidak bisa pemerintah sendiri dan tidak bisa juga tentunya dunia usaha sendiri untuk meningkatkan ini semua,” kata Anin.

Agenda Legacy dan Pembiayaan Berkelanjutan

Sementara itu, Anggota ABAC sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta W. Kamdani, menambahkan Indonesia juga mengawal sejumlah agenda legacy.

Agenda tersebut mencakup inisiatif karbon terkait pembiayaan berkelanjutan serta pemanfaatan berbagai side event untuk mempromosikan peluang investasi dan perdagangan, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ini satu kesempatan yang bisa dioptimalkan untuk kerja sama antar-negara Asia Pasifik juga. Kami juga di sini mengambil kesempatan kalau ada event seperti ini. Tentunya Indonesia lebih banyak bisa menarik dari sisi investasi maupun perdagangan,” kata Shinta.

Baca juga: Kadin Ungkap Peran Strategis Elektrifikasi bagi Masa Depan Ekonomi RI

Lebih lanjut, Anggota ABAC Indonesia sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang BUMN Kadin Indonesia, Kartiko Wirjoatmodjo atau Tiko, menjelaskan jalur pembahasan keuangan memiliki empat fokus utama, yakni integrasi sistem pembayaran, pergerakan modal swasta, pengembangan mata uang digital, serta pembiayaan berkelanjutan dan inklusi keuangan.

“Dan di Indonesia, saya rasa untuk sustainable finance khususnya financial inclusion sangat maju ya. Karena kita punya program seperti KUR dan (PNM) Mekaar yang memang bisa jadi contoh untuk negara lain untuk poverty alleviation (mengentaskan kemiskinan),” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

5 hours ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

5 hours ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

6 hours ago

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

19 hours ago

Prabowo Klaim Pemulihan Bencana Aceh Tamiang Hampir 100 Persen

Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More

1 day ago

Waspada! Modus Fake BTS Kuras Rekening, Begini Cara Menghindarinya

Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More

1 day ago