News Update

Kabar Like And Dislike: Di Balik Pergantian Direksi Bank BUMN

MENJELANG RUPSLB pekan ini, saham bank-bank BUMN longsor. Namun, di tengah pandangan negatif oleh pasar, kementerian BUMN tetap akan menggelar RUPSLB lima BUMN. Kelima BUMN tersebut ialah empat bank BUMN yakni Bank Mandiri (28 Agustus), Bank Tabungan Negara (29 Agustus) Bank Negara Indonesia (30 Agustus), Bank Rakyat Indonesia (2 September), serta Perusahaan Gas Negara (30 Agustus).

Agenda pergantian pengurus pun masih tercantum dalam pengumuman. Padahal, setelah ramai pemberitaan tentang agenda RUPSLB hampir sebulan terakhir, dan Presiden Joko Widodo memberi instruksi agar Kementerian tidak mengambil keputusan strategi, termasuk merombak direksi BUMN.

Sumber Infobank membisikkan, ada dua kursi dirut bank BUMN yang diincar untuk diganti. Satu, perubahan dirut BTN karena alasan kinerja dan terkuaknya kasus kredit sehingga OJK merekomendasikan kepada pemerintah untuk merombak direksi BTN. Dua, pergantian dirut BRI karena faktor lain mengingat kinerja bank pelat merah terbesar justru sedang moncer.

Hasil penelusuran di lapangan, perombakan direksi di BRI karena alasan pribadi dan politis. Alasan pribadi karena kabarnya Suprajarto tidak bisa selalu ikut berbagai kegiatan “ritual” kementerian BUMN, seperti kunjungan kerja dan berbagai acara seremonial dan sosial pemberian bantuan.

Selain itu, atas nama sinergi BUMN, Rini ingin BRI yang sudah menjadi bank terbesar bisa berbagi bisnis yang sudah didapatkan kepada bank BUMN lain seperti BNI yang masih tertinggal sebagai bank terbesar keempat setelah BCA. Namun, BRI merasa deal bisnis yang didapatkan melalui proses marketing yang panjang dan BRI sendiri terikat oleh komitmen untuk melayani nasabahnya. Misalnya pelayanan masyarakat di daerah rural, daya jangkau dan pelayanan bank BUMN lain tidak seluas  BRI.

Karena keinginan-keinginan menteri BUMN yang tak bisa dipenuhi semua, Rini pun “menganaktirikan” BRI. Dalam berbagai kegiatan dan acara dengan kementerian BUMN yang dihadiri petinggi-petinggi perusahaan BUMN, Suprajarto pun tak dilibatkan. Sumber Infobank mengatakan, pergantian sudah disiapkan pada RUPSLB pada Januari 2019 dan RUPS Tahunan pada Mei 2019. Tapi, karena waktu itu pemerintah sedang sibuk dengan pesta demokrasi dan menghadapi gugatan pihak pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, maka upaya tersebut tertunda.

Bhima Yudistira, ekonom Indef, pun melihat ada motif like and dislike di balik motif pergantian direksi bank BUMN. “Mungkin saja ada faktor like and dislike. Karena bank-bank pelat merah sedang tumbuh dan sehat. Apalagi BRI yang tahun ini menjadi penyumbang deviden terbesar bagi negara. Kalau dalam praktek manajemen korporasi, kalau yang direksinya diganti ya yang kinerjanya bermasalah, seperti Garuda Indonesia, Pos Indonesia, atau yang sudah merugi bertahun-tahun,” tandas Bhima kepada infobanknews.com (28/8).

Tapi, kementerian BUMN membantah ada faktor like and dislike. “Tidak ada like and dislike. Yang diutamakan oleh Ibu menteri adalah kerja profesional, tidak neko-neko,tanpa conflict of interest, dan harus paham ada peran BUMN sebagai agen pembangunan,” ujar Gatot Trihargo, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, kepada infobanknews.com melalui pesan instan (26/8).

Sementara Suprajarto dan pihak BRI enggan memberi respon ketika infobanknews menanyakan tentang faktor-faktor di atas. Lalu, akankah Rini Soemarno berhasil memuluskan rencananya dengan “memaksa” presiden merombak direksi BRI yang kinerjanya sedang seksi di mata pasar? Siapa nama menteri BUMN pengganti Rini Soemarno? Baca ulasan lengkapnya di Majalah Infobank Nomor 497 September 2019 “Rating 118 BUMN versi Infobank” edisi cetak atau digital.

Dwitya Putra

Recent Posts

Laporan dari Sidang Kasus Kredit Macet Sritex: Saksi Ahli, Bebaskan Para Bankir

Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More

8 hours ago

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

18 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

19 hours ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

19 hours ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

19 hours ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

19 hours ago