Ilustrasi: Gedung Adaro/istimewa
Jakarta – Ada kabar gembira bagi para pemegang saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Perusahaan tambang ini akan meminta persetujuan tambahan dividen tunai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 November 2024.
Menukil keterbukaan informasi, 5 November 2024, RPSLB Adaro akan diselenggarakan secara online dan offline pada Senin, 18 November 2024 di Cyber 2 Tower, Jl. H.R Rasuna Said Blok X-5 No 13 Jakarta Selatan.
Salah satu mata acara RUPSLB tersebut adalah meminta persetujuan penggunaan sebagian saldo laba perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final.
Baca juga: ADRO Umumkan Mau Jual Seluruh Saham Adaro Andalan Indonesia
Dalam penjelasannya, ADRO mengusulkan kepada para pemegang saham perseroan untuk menyetujui penggunaan sebagian dari saldo laba perseroan per 31 Desember 2023 yang akan dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final dalam jumlah sebesar-besarnya sampai dengan USD2,62 miliar.
“Perseroan memiliki saldo kas internal secara konsolidasian yang cukup untuk melaksanakan
pembagian dividen tunai. Namun demikian, dalam rangka pengelolaan dana kas internal dan arus kas
perseroan yang efisien, tidak menutup kemungkinan perseroan juga dapat menggunakan pendanaan
pihak ketiga jangka pendek untuk pembayaran sebagian dari dividen tunai,” tulis Direksi ADRO di keterbukan publik.
Baca juga: United Tractors (UNTR) Mau Bagikan Dividen Interim Rp2,42 Triliun, Simak Jadwalnya
Kemudian, mata acara kedua adalah meminta persetujuan perubahan nama perseroan. Rencana perubahan nama perseroan merupakan salah satu langkah perseroan memperkenalkan identitas baru perseroan sebagai entitas induk yang akan lebih berfokus pada bisnis hijau dan pengembangan proyek-proyek ramah lingkungan dengan pilar bisnis Adaro Minerals dan Adaro Green. (*)
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More