Tangkapan layar - Wakil Presiden (Wapres) ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno menyampaikan testimoni yang ditayangkan Sekretariat Presiden sebagai rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Jakarta, Rabu. (Foto: ANTARA/Indra Arief)
Poin Penting
Jakarta – Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar tersebut dibenarkan oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), setelah sebelumnya informasi duka disampaikan pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Try Sutrisno wafat dalam usia 90 tahun. Ia sempat dirawat di ruang CICU Kamar 207 Lantai 2 RSPAD. Kondisinya menurun pada pukul 05.33 WIB dan selanjutnya dilakukan tindakan medis sesuai prosedur. Sekitar pukul 07.00 WIB, Try Sutrisno dinyatakan meninggal dunia.
Kabar berpulangnya Try Sutrisno menyebar melalui pesan yang mengatasnamakan keluarga. Dalam pesan tersebut disebutkan jenazah akan dimandikan di RSPAD, kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA,” demikian petikan isi pesan dari keluarga, dikutip Antara.
Baca juga: 753 Meninggal Dunia, DPR Desak Banjir Sumatra-Aceh Jadi Bencana Nasional
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Try Sutrisno.
“Benar (Wapres Ke-6 Try Sutrisno meninggal dunia, red.). Kita berdukacita sangat mendalam,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, pemerintah telah menginstruksikan RSPAD Jakarta, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, serta Kementerian Sekretariat Negara untuk memberikan perhatian terbaik dalam proses pemulasaraan hingga pemakaman almarhum yang akan dilaksanakan secara militer.
“Saya sudah minta RSPAD, Garnisun, Setneg, untuk memberikan atensi terbaik,” ujar Prasetyo.
Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia merupakan purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat dengan karier militer panjang dan strategis.
Sebelum menjabat Wakil Presiden, Try Sutrisno pernah menduduki sejumlah posisi penting, antara lain Panglima Kodam Jaya, Panglima Kostrad, hingga Panglima ABRI pada periode 1988–1993. Pada 1993, ia terpilih sebagai Wakil Presiden ke-6 RI mendampingi Presiden Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998.
Baca juga: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Picu Volatilitas IHSG, Analis Ingatkan Hal Ini ke Investor
Sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno dikenal sebagai figur militer yang berperan dalam stabilitas politik dan keamanan nasional pada masa akhir pemerintahan Orde Baru. Selepas purnatugas, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan dan menjadi tokoh senior yang kerap memberikan pandangan mengenai isu pertahanan dan ideologi negara.
Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan bagi bangsa Indonesia, mengingat kontribusinya dalam bidang militer dan pemerintahan selama lebih dari tiga dekade. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting APINDO memperingatkan eskalasi konflik AS-Israel vs Iran berisiko memicu lonjakan harga energi global,… Read More
Poin Penting Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah eskalasi konflik Timur… Read More
Poin Penting KISI Challenge 2026 sukses menarik lebih dari 5.000 investor untuk bertransaksi melalui aplikasi… Read More
Poin Penting BSI Fest Ramadan 2026 digelar di 9 kota besar dengan promo unggulan diskon… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp16.839/USD pada 2 Maret 2026, turun 0,29% dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas Pegadaian kompak naik pada 2 Maret 2026: Galeri24 Rp3.130.000/gram, UBS Rp3.167.000/gram,… Read More