Ekonomi dan Bisnis

Jurus PKSS Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Disrupsi Industri Jasa Alih Daya

Poin Penting

  • PKSS menargetkan pertumbuhan dengan memperluas pasar di luar BRI Group, membidik total 360 klien pada 2026 dengan komposisi 50:50 antara internal dan eksternal.
  • PKSS telah bermitra dengan 300 perusahaan, mengelola lebih dari 52.000 tenaga kerja di 35 cabang, serta berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja nasional.
  • PKSS fokus pada penguatan model bisnis, SDM, operasional, dan teknologi, termasuk pengembangan platform digital Prima Career untuk efisiensi rekrutmen end-to-end.

Jakarta – PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis di tengah dinamika dan disrupsi industri alih daya Tanah Air.

Salah satu upayanya, anak perusahaan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia (YKP BRI) dan Dana Pensiun BRI ini terus memperkuat transformasi bisnis dalam menjawab kebutuhan dan nilai tambah bagi mitra bisnis.

President Director PKSS, Sadmiadi menegaskan transformasi bisnis menjadi langkah strategis untuk memastikan perusahaan tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

“PKSS terus menghadirkan layanan yang inovatif, adaptif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh klien dan mitra,” ujar Sadmiadi kepada awak media di Jakarta, 9 April 2026.

Hingga saat ini, kata Sadmiadi, PKSS telah menjalin kerja sama kemitraan dengan 300 klien atau perusahaan dari berbagai industri, utamanya sektor keuangan. Adapun jumlah tenaga kerja yang dikelola sudah mencapai 52.000 ribu orang.

“Kami saat ini mengelola lebih dari 52.000 tenaga kerja yang tersebar di 35 kantor cabang di seluruh Indonesia. Jadi, PKSS ini punya kontribusi besar juga untuk menyerap tenaga kerja Indonesia,” jelas Sadmiadi.

Baca juga: PKSS dan Unsri Perkuat Sinergi Dorong Serapan Tenaga Kerja Lulusan Perguruan Tinggi

Memasuki 2026, lanjut Sadmiadi, PKSS akan lebih agresif dalam menjaring mitra atau perusahaan baru, terutama di luar Bank Rakyat Indonesia (BRI) Group. Pasalnya, PKSS melihat pangsa pasar di luar BRI Group masih sangat besar dan potensial.

“Saat ini kan 60 persen di BRI, 40 persen klien di luar BRI. Kami punya cita-cita tahun ini bisa 50:50 persen. Pada Desember 2026 ini diharapkan, kenaikan klien kita bisa tambah 60-an, jadi totalnya 360 klien,” ujarnya.

Layanan PKSS

PKSS memiliki tiga pilar bidang usaha, yakni Man Power Outsourcing (MPO), Business Process Outsourcing (BPO) dan Knowledge Process Outsourcing (KPO).

Dari ketiga pilar bisnis tersebut, kontribusi terbesar datang dari MPO, yang menyediakan tenaga ahli seperti tenaga profesional dan manajerial, tenaga fungsional, tenaga pengamanan, sampai dengan tenaga penunjang seperti driver, cleaning service serta pekerja dasar.

“MPO itu kurang lebih 94 persen memberikan kontribusi kepada profitability kami. Sisanya BPO dan KPO. Tapi sekarang kita coba menambah porsi dari BPO dan KPO,” jelasnya.

Transformasi bisnis juga terus dilakukan PKSS dengan empat fokus utama. Pertama, transformasi model bisnis dari penyedia tenaga kerja konvensional menjadi mitra strategis yang mampu menghadirkan solusi layanan terintegrasi.

Kedua, penguatan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia sebagai core asset perusahaan melalui peningkatan kompetensi, produktivitas, serta pembentukan karakter yang berorientasi pada service excellence.

Ketiga, peningkatan operational excellence dan governance guna memastikan setiap proses berjalan efektif, efisien, dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Keempat, pemanfaatan teknologi dan inovasi sebagai enabler utama dalam meningkatkan daya saing perusahaan.

Baca juga: Melalui Program Ini, PKSS Kembangkan SDM Sesuai Tuntutan Industri

Solusi Digital

PKSS juga menghadirkan solusi digital melalui Prima Career. Moh Harsono, Business Director PT PKSS menjelaskan, platform ini dirancang untuk mempercepat proses rekrutmen secara end-to-end, mulai dari publikasi lowongan, proses seleksi, asesmen, hingga pemantauan status pelamar dalam satu sistem terintegrasi.

Melalui Prima Career, PKSS meningkatkan efisiensi proses rekrutmen sekaligus memastikan kualitas talenta yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan klien.

“Satu aplikasi ini yang mempertemukan jobseeker dengan klien,” jelas Harsono. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

3 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

4 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

4 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

4 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

4 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

7 hours ago