Manajemen PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) atau Oona Insurance. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) atau Oona Insurance membeberkan racikan jitu dalam menggenjot lini performa asuransi kendaraan di tengah lesunya industri otomotif belakangan ini.
“Nomor satu, kita punya penetrasi partner yang kuat. Karena kalau untuk setiap bisnis itu utamanya yakni dari industri keuangan. Nah, kita punya penetrasi di finance partner itu meningkat,” kata Vincent C. Soegianto, CEO dan Direktur Utama Oona Insurance, di Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2025.
Dengan cara ini, kata Vincent, diyakini bisa meningkatkan porsi bisnis lini asuransi kendaraan di Oona Insurance. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menambah porsi mitra bisnis keuangan.
Baca juga : Asuransi Eka Lloyd Jaya Dianugerahi Penghargaan Prestisius dari The Finance
“Yang tadinya kita punya 12 finance partner dan sekarang sudah ada 19 partner,” jelasnya.
Lanjutnya, jurus terakhir yang diterapkan adalah membangun channel penting lainnya seperti agent. Tercatat, channel agent Oona Insurance tumbuh signifikan dari awal 500 agent menjadi 3.200 agent.
“Dan ini menambah porsi bisnisnya,” tegasnya.
Baca juga : Sinergi Regulasi dan Modal Jadi Kunci Ketahanan Sektor Asuransi di Tengah Risiko Global
Tak kalah penting, lanjut Vincent, sisi kemudahan klaim polis milik nasabah. Menurutnya, sekitar 80 persen klaim yang masuk di Oona Insurance dapat diselesaikan dalam waktu 1×24 jam.
“So, itu kayaknya yang menjadi faktor yang penting buat kita. Kenapa kita bisa growth signifikan. Jadi kita tumbuh Rp168 miliar dari 2 tahun lalu,” bebernya.
Berdasarkan data perseroan, per kuartal III 2025, premi asuransi kendaraan bermotor di Oona Insurance mencetak Rp664 miliar. Jumlah ini naik signifikan dari 2023 lalu yang hanya menyumbang Rp496 miliar.
Sebagai informasi, Oona Insurance Indonesia mencetak laba bersih senilai Rp62,93 miliar, naik 67,26 persen dibanding Rp37,63 miliar per kuartal III 2024.
Total pendapatan perseroan juga ikut meningkat mencapai Rp798,06 miliar pada periode Januari-September 2025. Realisasi ini tumbuh 17,48 persen dari Rp679,29 miliar pada periode yang sama tahun lalu. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More
Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More