News Update

Jurus OJK Genjot Kinerja Pembiayaan Syariah

Poin Penting

  • OJK mendorong penguatan PVML syariah lewat deregulasi, termasuk akses pendanaan dari lembaga konvensional dan fleksibilitas akad sesuai fatwa DSN-MUI
  • OJK menyiapkan roadmap PVML syariah yang ditargetkan terbit 2026, sebagai arah pengembangan sektor yang masih terkendala pendanaan dan literasi
  • Pembiayaan PVML syariah tumbuh 7,43 persen yoy menjadi Rp119,03 triliun, didominasi PT Permodalan Nasional Madani, dengan fokus pada segmen ultra mikro dan UMKM.

Jakarta – Pemerintah menilai kinerja keuangan syariah nasional masih perlu ditingkatkan meski memiliki potensi besar. Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan sektor pembiayaan syariah, khususnya pada industri lembaga pembiayaan, modal ventura, dan lembaga keuangan mikro (PVML).

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, mengatakan OJK telah melakukan sejumlah langkah deregulasi untuk mendorong pertumbuhan sektor ini.

Menurut dia, pelaku PVML syariah kini diperbolehkan bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan konvensional melalui skema pinjaman bersama, membuka akses pendanaan dari lembaga konvensional, serta menggunakan variasi akad sepanjang sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Baca juga: Jurus Adira Finance Genjot Pembiayaan Syariah di Awal 2026

“OJK juga sedang menyusun roadmap PVML syariah yang ditargetkan terbit pada tahun 2026 sebagai arah pengembangan dan penguatan PVML syariah ke depan,” ujar Agusman, dalam keterangannya, Jumat, 10 April 2026.

Tantangan PVML Syariah

Meski demikian, Agusman mengakui sektor PVML syariah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan sumber pendanaan dan rendahnya literasi keuangan syariah di masyarakat.

Menurut dia, penguatan permodalan, peningkatan literasi, inovasi produk, serta tata kelola dan manajemen risiko menjadi faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan sektor ini.

Dari sisi kinerja, penyaluran pembiayaan PVML syariah tercatat tumbuh 7,43 persen secara tahunan menjadi Rp119,03 triliun pada Februari 2026.

Pembiayaan tersebut didominasi oleh Unit Usaha Syariah PT Permodalan Nasional Madani dengan porsi 29,50 persen atau sekitar Rp35,12 triliun. Penyaluran ini terutama dilakukan melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

Baca juga: OJK Perkuat Industri PVML Lewat Penguatan Tim Penilai Fit and Proper Test

Agusman menilai dominasi pembiayaan pada segmen ultra mikro dan UMKM mencerminkan tingginya kebutuhan akses pendanaan di kelompok tersebut.

OJK berharap langkah deregulasi dan penyusunan roadmap dapat memperkuat peran PVML syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis inklusi dan prinsip syariah di Indonesia. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

53 mins ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

54 mins ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

1 hour ago

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 7.458

Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More

2 hours ago

Kredit Bermasalah Pindar Naik di Awal 2026, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More

2 hours ago

BRI Sepakat Tebar Dividen Rp52,10 Triliun, 91 Persen dari Laba 2025

Poin Penting BBRI membagikan dividen Rp52,10 triliun dari laba bersih 2025 sebesar Rp56,65 triliun, dengan… Read More

2 hours ago