Poin Penting
- Maybank Indonesia memperkuat komitmennya untuk fokus pada penguatan data emisi dan akselerasi transisi energi.
- Maybank Indonesia mencatat penurunan emisi operasional sebesar 30,84 persen dari baseline 2019.
- Perseroan mendorong pembiayaan berkelanjutan dan budaya ESG internal.
Jakarta — PT Bank Maybank Indonesia Tbk terus memperkuat komitmen dalam mendorong transisi hijau di sektor perbankan melalui kebijakan keberlanjutan dan strategi dekarbonisasi yang lebih terukur.
Langkah ini sejalan dengan strategi ROAR30 perseroan yang menempatkan keberlanjutan sebagai diferensiasi utama dalam membangun ekosistem perbankan berbasis nilai di Indonesia.
Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, mengatakan kredibilitas transisi hijau harus dimulai dari internal perusahaan.
Pada 2025, perseroan memfokuskan strategi pengelolaan lingkungan pada dua pilar utama, yakni penguatan fondasi data emisi untuk pelaporan yang lebih akuntabel serta akselerasi transisi energi.
“Fokus ini akan terus kami pertajam untuk memastikan langkah transisi hijau berjalan sistematis dan berbasis data,” ujar Maria dalam keterangannya, Selasa, 22 April 2026.
Baca juga: Maybank Indonesia Buka Rencana 2026, Targetkan Kredit Tumbuh hingga 10 Persen
Ia menambahkan, dampak iklim terbesar dari sektor keuangan bukan berasal dari operasional bank, melainkan dari portofolio pembiayaan kepada nasabah. Oleh karena itu, Maybank Indonesia memperkuat strategi dekarbonisasi baik di sisi operasional maupun pembiayaan.
Emisi Turun, Pembiayaan Berkelanjutan Digenjot
Sepanjang 2025, Maybank Indonesia mencatat penurunan emisi operasional sebesar 30,84 persen dibandingkan baseline 2019, melampaui target tahunan.
Di sisi lain, perseroan mendorong pembiayaan berkelanjutan melalui pendekatan yang lebih inklusif guna mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Baca juga: Maybank Marathon 2026 Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Bali Rp300 Miliar
Bank ini juga mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam berbagai program, termasuk penyelenggaraan Maybank Marathon ke-14 yang mengusung 27 inisiatif ramah lingkungan.
Program tersebut mencakup “Jejak Hijau Desa Sanding” yang mendukung target Bali Net Zero 2045 serta peluncuran kalkulator jejak karbon sebagai bagian dari target marathon netral karbon pada 2030.
Penguatan Budaya ESG dan Kolaborasi
Lebih lanjut, dari sisi internal, budaya keberlanjutan juga terus diperkuat. Sepanjang 2025, karyawan Maybank Indonesia mencatat lebih dari 388.000 jam aktivitas keberlanjutan, naik 26,5 persen secara tahunan, serta melakukan penanaman lebih dari 3.300 pohon.
Sejalan dengan momentum Hari Bumi 2026, perseroan menegaskan akan terus memperluas peran sebagai katalis dalam mitigasi perubahan iklim.
Ke depan, Maybank Indonesia akan memperkuat kontribusi dalam pengembangan solusi keuangan berkelanjutan di tingkat regional sekaligus mendukung transformasi menuju ekonomi hijau di kawasan ASEAN.
“Kolaborasi dan aksi yang konsisten menjadi kunci untuk menciptakan dampak nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra








