Ekonomi dan Bisnis

Jurus LPEI Dorong Industri Handicraft dan Home Décor Bersaing di Pasar Global

Jakarta – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus mendorong industri handicraft dan home décor untuk dapat bersaing di pasar global. 

Salah satunya, melalui program pelatihan ekspor yaitu Coaching Program for New Exporter (CPNE). CV Maharani misalnya, menjadi salah satu mitra binaan LPEI sejak tahun 2021 dan telah berhasil ekspor ke mancanegara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Belanda, Jerman, dan Rusia.

Diketahui, CV Maharani yang menekuni kerajinan handicraft dan home decor dari kayu dan batu alam dari Pulau Bali.

LPEI melakukan pendampingan dengan tujuan utama untuk meningkatkan nilai dan kualitas produk ekspor serta menjadi bagian ekosistem pelaku usaha untuk Berani Mendunia. 

Baca juga : Cara LPEI Dorong UKM Ekspor Jawa Tengah Bersaing di Pasar Global

Pemilik CV Maharani, Irene Setiawati mengatakan, pendampingan yang diberikan oleh LPEI sangat membantu usahanya untuk dapat membuka pasar ekspor lebih luas. 

“Berbagai layanan dan fasilitas dari LPEI diberikan kepada pelaku UKM berorientasi ekspor seperti kami sehingga mampu melakukan ekspor,” kata Irene, dikutip Selasa, 16 Juli 2024.

CV. Maharani telah menjadi perusahaan produsen dan eksportir aksesoris, perhiasan perak dengan desain etnik dan kontemporer, kemudian merambah ke handicraft dan home décor dengan membawa kreativitas dan teknik yang khas dari Bali. 

Maharani bekerja sama dengan kurang lebih 53 pengrajin dari daerah Gianyar Bali. Maharani Craft turut hadir dalam pameran Road to G20 di Bali pada tahun 2022 dengan menawarkan keunikan yang premium untuk kerajinan yang berfungsi sebagai hiasan untuk rumah (home decor). 

Pada tahun 2023, Indonesia paling banyak mengekspor jenis handicraft/home décor berupa Tatakan & Peralatan Makan dari Kayu (49,30%), diikuti Perangkat Makan & Dapur dari Kayu (21,58%) dan Perangkat Dapur/Meja dari Logam Dasar (16,63%). 

Baca juga : Potensi Ekspor Besar, LPEI Genjot Produk Organik RI Tembus Pasar Eropa dan AS

Hal ini menunjukkan keahlian dan kapabilitas Indonesia dalam pengolahan kayu serta keragaman produk utama dalam ekspor, mulai dari barang-barang kecil seperti tatakan makan hingga perangkat yang lebih besar dan kompleks. 

Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin U. Norhadi mengatakan, selain dari sisi pembiayaan, penjaminan, dan asuransi, LPEI mendukung UKM berorientasi ekspor untuk mengembangkan usahanya melalui program jasa konsultasi. 

“Program jasa konsultasi ini menyediakan pelatihan, pendampingan, dan business matching untuk mendukung pelaku usaha berorientasi ekspor sehingga mampu meningkatkan kualitas produknya dan dapat bersaing di pasar global,” terangnya.

Ia mengatakan, LPEI memiliki komitmen kuat untuk membantu produk lokal Indonesia menembus pasar internasional. LPEI terus berupaya untuk menyediakan serangkaian pendampingan dan pelatihan yang dirancang khusus untuk mendukung para pelaku usaha di Indonesia. 

Melalui berbagai program seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE), Desa Devisa, dan Business Matching LPEI tidak hanya memberikan bantuan finansial tetapi juga membekali para pelaku usaha dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di pasar global. 

Saat ini kata dia, LPEI tengah menyiapkan sebuah marketplace yang dirancang khusus sebagai sarana edukasi ekspor, layanan informasi, inkubasi, peningkatan kapasitas, dan tempat bertemunya seller dan buyer (business matching). 

Marketplace ini dirancang untuk menjadi ekosistem terpadu yang memfasilitasi berbagai aspek ekspor, dari pengembangan produk hingga pemasaran dan sertifikasi. 

Marketplace dari LPEI ini akan membantu UKM meningkatkan kinerja ekspor mereka dengan memanfaatkan informasi berbasis riset data dan teknologi digital dalam pengambilan keputusan mereka di bidang ekspor.

Dengan adanya akses ke data yang akurat dan analisis pasar yang mendalam, UKM dapat merumuskan strategi ekspor yang lebih efektif dan efisien. Kemudahan dan ketersediaan pelayanan yang lengkap pada marketplace ini diharapkan dapat mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor untuk berani mendunia. 

Ia menambahkan inisiatif ini untuk memperkuat daya saing produk-produk Indonesia di kancah internasional, sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. 

LPEI berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan pengembangan kapasitas para pelaku usaha Indonesia agar mampu beradaptasi dan berkembang di pasar global yang semakin kompetitif. 

“Dengan dukungan ini, LPEI berharap dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha berorientasi ekspor untuk mengambil langkah berani mendunia,” pungkasnya. (*)

Editor : Galih Pratama 

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

3 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

4 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

4 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

4 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

4 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

4 hours ago