News Update

Jurus CIMB Niaga Perkuat Consumer Banking bagi Nasabahnya

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memperkuat layanan digital inisiatif yang diprioritaskan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (consumer banking) dan memperluas jangkauan produk keuangan syariah di seluruh Indonesia.

Head of Sharia Consumer CIMB Niaga, Bung Aldilla mengatakan, ada tiga fokus utama perseroan yang penting diimplementasikan dalam meningkatkan consumer banking nasabah.

Pertama, terkait penguatan platform digital. Menurutnya, penguatan platform digital bertujuan untuk menjaga end-to-end layanan tanpa melupakan sisi kemudahan (seemless) sehingga memberikan pengalaman menarik bagi nasabah.

“Jadi dari umur anak-anak yang masih muda hingga mungkin sudah pensiun bisa menggunakan platform digital kita. Kita bisa beli kambing hingga daftar haji melalui Octo Mobile kita,” katanya dalam acara Growth Summit 2025 yang digelar Moengage dan Infobank Digital di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.

Baca juga : Spin Off UUS BTN dan CIMB Niaga Jalan Terus, Ini Update dari OJK

Kedua, kolaborasi dengan ekosistem Islam seperti sekolah islam, hijrah community hingga rumah sakit begitu penting dilakukan dalam menjangkau segmen yang lebih luas.  

“Karena dengan komunitas ini, kita bisa menjangkau segmen-segmen lebih luas. Jadi, selain digitalnya juga, kita juga menjangkau komunitas,” jelasnya.

Ketiga, berkaitan dengan literasi terhadap digital. Berdasarkan data dirinya, tingkat literasi syariah tahun 2025 mencapai 44-46 persen. Namun, jumlah tersebut tak seimbang dengan tingkat inklusi yang hanya 30 persen.

“Jadi 44 orang yang tahu (produk syariah), tapi 13 orang baru memilikinya. Ini berbanding terbalik dengan inklusi dan literasi konvensional,” ujarnya.

Baca juga: CIMB Niaga Incar Transaksi Rp50 Miliar di Travel Fair 2025, Ini Strateginya

Meski diadang tantangan tersebut, pihaknya optimistis hal tersebut menjadi kesempatan emas untuk mendapatkan berbagai hal terlebih di Indonesia.

Aldilla menekankan tiga pilar penting dalam transformasi digital di bisnis syariah. Pertama, keamanan dan privacy sebagai dasarnya. Hal ini menjadi hal penting yang perlu dijaga.

Kedua, transparan dan inovasi yang bertanggung jawab. “Terkadang kita buat inovasi itu bukan apa yang kita butuhkan tapi apa yang bisa inginkan. Jangan sampai kita membuat inovasi menjadi menjadi sesuatu yang tidak bisa digunakan,” tegasnya.

Pilar terakhir, yakni integrasi keuangan digital. Hal ini, kata dia, merujuk kepada kepercayaan yang tidak dibangun hanya dengan sistem. 

“Tapi dibanding pemahaman, pemahaman yang baik dan cukup terhadap transaksi digital,” pungkasnya. (*)

Edtor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Petinggi OJK Mundur Beruntun, Ekonom Desak Konsolidasi Cepat Demi Jaga Stabilitas

Poin Penting Ekonom desak konsolidasi cepat OJK menyusul pengunduran diri beruntun petinggi agar roda organisasi… Read More

14 hours ago

Timing Mundur Petinggi OJK Dinilai Tepat untuk Redam Gejolak Pasar

Poin Penting Mahendra Siregar (Ketua), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua), dan dua pejabat OJK lainnya mengundurkan… Read More

14 hours ago

Jejak Karier Mirza Adityaswara, Wakil Ketua DK OJK yang Mundur di Tengah Gejolak IHSG

Poin Penting Mirza Adityaswara mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DK OJK tak lama setelah… Read More

15 hours ago

Empat Petinggi OJK Mundur, CELIOS Waspadai Guncangan Ekonomi RI

Poin Penting Empat petinggi OJK mengundurkan diri dalam waktu berdekatan, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas dan… Read More

16 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Jiwa Unit Link

Generali Indonesia luncurkan GEN Prime Link, produk asuransi jiwa unit link atau PAYDI yang memiliki… Read More

16 hours ago

Ketua, Wakil Ketua, dan Satu Komisioner OJK Mundur, Siapa Menyusul?

Poin Penting Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari… Read More

17 hours ago