Head of Sharia Consumer CIMB Niaga, Bung Aldilla dalam acara Growth Summit 2025 yang digelar Moengage dan Infobank Digital di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025. (Foto: Zaenal Abdurrani)
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memperkuat layanan digital inisiatif yang diprioritaskan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (consumer banking) dan memperluas jangkauan produk keuangan syariah di seluruh Indonesia.
Head of Sharia Consumer CIMB Niaga, Bung Aldilla mengatakan, ada tiga fokus utama perseroan yang penting diimplementasikan dalam meningkatkan consumer banking nasabah.
Pertama, terkait penguatan platform digital. Menurutnya, penguatan platform digital bertujuan untuk menjaga end-to-end layanan tanpa melupakan sisi kemudahan (seemless) sehingga memberikan pengalaman menarik bagi nasabah.
“Jadi dari umur anak-anak yang masih muda hingga mungkin sudah pensiun bisa menggunakan platform digital kita. Kita bisa beli kambing hingga daftar haji melalui Octo Mobile kita,” katanya dalam acara Growth Summit 2025 yang digelar Moengage dan Infobank Digital di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.
Baca juga : Spin Off UUS BTN dan CIMB Niaga Jalan Terus, Ini Update dari OJK
Kedua, kolaborasi dengan ekosistem Islam seperti sekolah islam, hijrah community hingga rumah sakit begitu penting dilakukan dalam menjangkau segmen yang lebih luas.
“Karena dengan komunitas ini, kita bisa menjangkau segmen-segmen lebih luas. Jadi, selain digitalnya juga, kita juga menjangkau komunitas,” jelasnya.
Ketiga, berkaitan dengan literasi terhadap digital. Berdasarkan data dirinya, tingkat literasi syariah tahun 2025 mencapai 44-46 persen. Namun, jumlah tersebut tak seimbang dengan tingkat inklusi yang hanya 30 persen.
“Jadi 44 orang yang tahu (produk syariah), tapi 13 orang baru memilikinya. Ini berbanding terbalik dengan inklusi dan literasi konvensional,” ujarnya.
Baca juga: CIMB Niaga Incar Transaksi Rp50 Miliar di Travel Fair 2025, Ini Strateginya
Meski diadang tantangan tersebut, pihaknya optimistis hal tersebut menjadi kesempatan emas untuk mendapatkan berbagai hal terlebih di Indonesia.
Aldilla menekankan tiga pilar penting dalam transformasi digital di bisnis syariah. Pertama, keamanan dan privacy sebagai dasarnya. Hal ini menjadi hal penting yang perlu dijaga.
Kedua, transparan dan inovasi yang bertanggung jawab. “Terkadang kita buat inovasi itu bukan apa yang kita butuhkan tapi apa yang bisa inginkan. Jangan sampai kita membuat inovasi menjadi menjadi sesuatu yang tidak bisa digunakan,” tegasnya.
Pilar terakhir, yakni integrasi keuangan digital. Hal ini, kata dia, merujuk kepada kepercayaan yang tidak dibangun hanya dengan sistem.
“Tapi dibanding pemahaman, pemahaman yang baik dan cukup terhadap transaksi digital,” pungkasnya. (*)
Edtor: Yulian Saputra
Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More
Poin Penting Total zakat BSI mencapai Rp1,07 triliun dalam periode 2021 hingga 2025 dengan tren… Read More
Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More
Poin Penting Alfamart menghadirkan inovasi micro cinema pertama di gerai Gading Serpong bekerja sama dengan… Read More
Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More
Poin Penting Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk mempererat hubungan bilateral… Read More