Poin Penting
- BTN mengandalkan Lelang Akbar BTN 2026 untuk mempercepat pemulihan NPL sektor konstruksi dan memperbaiki kualitas kredit
- BTN menyiapkan 10.000 unit rumah lelang pada 2026 untuk investor pemula dan masyarakat berpenghasilan menengah
- NPL kredit konstruksi BTN turun dari 26 persen menjadi di bawah 10 persen, dengan target ditekan hingga 3 persen.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus berupaya memulihkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di sektor kontruksi. Salah satunya, melalui gelaran acara Lelang Akbar BTN 2026
SEVP Asset Management BTN, Benjamin Sihombing, membeberkan, program Lelang Akbar BTN 2026 menjadi salah satu instrumen yang digunakan perseroan untuk mempercepat pemulihan kredit bermasalah.
“Ini menjadi salah satu instrumen yang kita gunakan untuk bisa semakin memperbaiki, kualitas kredit portofolio kita,” ujar Benjamin dalam acara Lelang Akbar BTN 2026 di Jakarta, Senin (25/5).
Menurutnya, target penjualan aset melalui program lelang sebesar 30 persen – 40 persen, diharapkan mampu mendongkrak perbaikan kualitas kredit secara bertahap.
“Dari target yang 30-40 persen, diharapkannya kualitas kredit kita semakin baik semakin baik lagi,” jelasnya.
Baca juga: BTN Salurkan KPP Rp2,97 Triliun per Mei 2026
Ia bilang, BTN sendiri menyiapkan sekitar 10.000 unit rumah untuk dilelang sepanjang tahun ini. Program tersebut menyasar kaum investor pemula serta masyarakat yang ingin mempunyai hunian dengan harga lebih terjangkau.
Sebelumnnya, Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengatakan tren kualitas kredit konstruksi terus membaik, terutama pada penyaluran kredit baru yang kini jauh lebih selektif.
“Tren kualitas kredit konstruksi sebenarnya sudah turun NPL-nya. Kalau yang baru jumlah angkanya sudah kecil,” kata Nixon dalam acara bertajuk Intimate Sessopn with Media Partners, di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 9 April 2026.
Nixon menjelaskan, rasio NPL dari kredit konstruksi legacy yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 26 persen kini bisa ditekan menjadi di bawah 10 persen atau single digit. Ke depan, BTN menargetkan rasio tersebut dapat terus turun hingga kisaran 3 persen.
Baca juga: BI Rate Naik 50 Bps, BTN Fokus Perkuat Dana Murah
“Dulu angkanya sudah mencapai 26 persen, tapi sekarang sudah di bawah 10 persen dan single digit. Dan kami mau dorong sampai ke angka 3 persen,” bebernya.
Ia menambahkan, untuk menekan kredit bermasalah, BTN menempuh berbagai strategi, mulai dari restrukturisasi hingga mencari investor baru bagi proyek yang masih memiliki prospek.
Selain itu, perseroan juga melakukan lelang aset, dan dalam beberapa kasus, hapus buku untuk kredit yang tidak dapat diselamatkan.
Sebagai catatan, per September 2025 NPL kredit konstruksi BTN tercatat sebesar 15,6 persen, turun dari 18,2 persen pada September 2024. (*)
Editor: Galih Pratama


