Ilustrasi: Pengguna BNIdirect. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meningkatkan layanan kepada nasabah cash management dalam menghadapi peluang ekspansi kinerja ekonomi akhir tahun. Adapun hingga November 2023, transaksi Cash Management tumbuh sebesar 20 persen secara tahuan (yoy) atau mencapai Rp4.991 triliun berkat BNIDirect.
Direktur Digital & Integrated Transaction Banking BNI Corina Leyla Karnalies menjelaskan, BNI terus mendorong kinerja solusi digital yang inovatif BNIDirect untuk memberikan layanan cash management terbaik bagi nasabah institusi.
“Kami bersyukur layanan dan program yang kami miliki berdampak positif pada penguatan indikator kepuasan nasabah, serta terus memberi semangat kami untuk meningkatkan kualitas layanan khususnya di periode akhir tahun ini,” ujar Corina dalam keterangan resmi, Senin 18 Desember 2023.
Baca juga: BNI Siapkan Uang Tunai Rp22,02 Triliun Untuk Penuhi Kebutuhan Nataru
Melalui layanan BNIDirect, tambah Corina, Perseroan akan terus memberikan fasilitas terbaik bagi nasabah business banking. Hal ini seiring meningkatnya kinerja ekonomi pada sektor produktif.
BNI mendorong peningkatan transaksi yang didorong sejumlah fitur unggulan, di antaranya payment management, collection management, liquidity management, value chain management, dan open banking solution.
Corina melanjutkan, perseroan tengah berfokus memberikan berbagai program menarik untuk nasabah, salah satunya melalui program akselerasi transaksi BNIDirect dan program lainnya. Hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan transaksi dan meningkatkan loyalitas nasabah.
Baca juga: BNI Finance Dapat Suntikan Modal Lagi dari Bank BNI, Segini Nilainya
Terdapat fitur lain di BNIDirect seperti online account information, online account opening, giro multi-currency, transfer dana keluar negeri, dan BNIDirect Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) yang ikut mendorong penguatan transaksi.
“Selain itu, BNI juga telah menyiapkan kapasitas dan kapabilitas IT yang andal, mengingat tren transaksi menuju akhir tahun yang akan mengalami peningkatan secara historis. Hal ini dilakukan guna mengakomodir peningkatan tren transaksi nasabah untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang cepat, mudah, aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More
Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More
Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More
Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More
Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More